PSIM Yogyakarta Manfaatkan Trofeo HB X Cup 2019 untuk Bangun Chemistry Antarpemain

Aji Santoso mengakui proses adaptasi antara pemain lama dengan pemain baru sejauh ini belum berjalan dengan baik.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Aji Santoso memimpin latihan perdananya bersama PSIM Yogyakarta, di Lapangan Tamanan, Banguntapan, Bantul, Selasa (16/7) sore 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masalah pelik menimpa skuat PSIM Yogyakarta memasuki putaran ke dua kompetisi Liga 2 2019.

Masuknya deretan nama baru tidak dibarengi dengan proses adaptasi yang baik, sehingga chemistry antar pemain pun tak kunjung terbangun.

Benar saja, dalam bursa transfer paruh musim ini, tim berlambang Tugu Pal Putih tersebut begitu jor-joran membelanjakan uangnya.

Tercatat, 11 pemain anyar hijrah menuju Yogyakarta, dimana sebagian besar merupakan jebolan kompetisi kasta tertinggi.

Mulai Hendra Wijaya, Saldy Amirudin (PSM), Sutanto Tan (Bali United), Nugroho Fatchur Rochman (Persija), Syaiful Indra Cahya (Semen Padang), Mahrus Bahtiar (Barito Putera), Junius Bate (PSS), Aldaier Makatindu (PSIS), Aji Bayu Putra dan Al-Amin Syukur Fisabillah (Badak Lampung FC), serta Witan Sulaeman.

Namun, royalnya manajemen Laskar Mataram dalam transfer window tersebut belum membuahkan hasil.

Pasalnya, dari tiga pertandingan putaran dua yang telah dilakoni, Cristian Gonzales dan kawan-kawan hanya mampu menorehkan tiga angka.

Usai membekuk Persiba Balikpapan dengan skor tipis 2-1 di kandang sendiri, PSIM lantas menelan dua hasil minor secara berturut-turut.

Yakni, kala dikandaskan Mitra Kukar 1-2 di hadapan suporter fanatiknya, kemudian takluk di markas Persik Kediri dengan skor 2-0.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Aji Santoso, mengakui proses adaptasi antara pemain lama dengan pemain baru sejauh ini belum berjalan dengan baik.

Karena itu, ia ingin memanfaatkan Trofeo Hamengkubuwono (HB) X Cup 2019 sebagai momentum simulasi.

Sekadar informasi, turnamen segitiga yang digelar untuk memperingati hari ulangtahun PSIM ke-90, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (8/9/2019) itu bakal melibatkan dua kesebelasan dengan skuat mentereng, yaitu Bali United, serta Timnas U-22.

"Trofeo nanti sebagai simulasi strategi, sekaligus memadukan pemain baru agar lebih kompak dengan pemain lama untuk bertanding di Liga 2. Karena dari pertandingan lalu, saya lihat adaptasi antar pemain masih belum solid," katanya, Jumat (6/9/2019).

Menghadapi lawan-lawan nan berat, pasukan Naga Jawa harus memanfaatkan Trofeo HB X Cup 2019 ini dengan sebaik mungkin.

Meski hanya bertajuk partai ceremony, Aji pun meyakini, baik Bali United maupun Timnas U-22, tetap akan bermain sungguh-sungguh.

"Bali United ini pimpinan klasemen dan juara paruh musim Liga 1. Artinya, mereka juga tidak ingin tampil seadanya. Sedangkan Timnas U-22 gabungan pemain muda terbaik tanah air, mereka punya spirit dan stamina lebih kuat," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved