Liga Indonesia

Dihukum Satu Bulan Tak Dampingi PSIM Yogyakarta, Suporter Siap Berbenah

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum berat PSIM Yogyakarta buntut kerusuhan yang terjadi di pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya

Dihukum Satu Bulan Tak Dampingi PSIM Yogyakarta, Suporter Siap Berbenah
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Dukungan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, pada laga kandang kontra Martapura FC di Stadion Mandala Krida, Kamis (8/8/2019) lalu 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum berat PSIM Yogyakarta buntut kerusuhan yang terjadi di pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Senin (2/9/2019).

Pada surat keputusan Komdis PSSI bernomor 063/L2/KD-PSSI/IX/2019 tersebut, Komdis PSSI menyatakan suporter PSIM Jogja terbukti melakukan provokasi, pelemparan botol ke arah official dan suporter Persik Kediri, hingga terjadinya keributan di luar stadion, merusak fasilitas umum dan kendaraan bermotor, membawa senjata tajam dan bom molotov.

Hal tersebut diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran terhadap pasal 70 Kode Disiplin PSSI.

Persik Kediri Kudeta PSIM Yogyakarta dari Puncak Klasemen

"Merujuk kepada pasal 70 jo, pasal 20 Kode Disiplin PSSI, PSIM jogja dihukum suporter/penonton PSIM Jogja dihukum larangan masuk stadion selama 1 (satu) bulan," tertulis pada surat keputusan Komdis PSSI bernomor 063/L2/KD-PSSI/IX/2019.

"Apabila menjalani laga kandang maka penutupan seluruh stadion bagi suporter/penonton dan apabila menjalani laga tandang maka seluruh suporter/penonton PSIM Jogja dilarang ikut serta memberikan dukungan di stadion tempat tim PSIM Jogja menjadi tim tamu," lanjut pernyataan surat keputusan tersebut.

Merujuk pada surat dari Komdis PSSI itu, hukuman satu bulan dihitung dari pertandingan putaran ke dua, yakni saat PSIM menjamu Persiba Balikpapan pada 23 Agustus lalu.

Sehingga, dalam tiga partai ke depan, tim Naga Jawa bakal berlaga tanpa penonton.

BREAKING NEWS : Merasa Tak Adil, PSIM Yogyakarta Langsung Layangkan Banding Atas Sanksi Komdis PSSI

Dengan begitu, suporter pun dipastikan tidak bisa memberikan dukungan untuk klub kebanggaannya kala away ke markas PSBS Biak (13 September), serta dua pertandingan kandang menjamu Persatu Tuban (18 September) dan Madura FC (22 September).   

Presiden Brajamusti Muslich Burhanudin mengaku sangat kecewa dengan sanksi tersebut.

Lebih lanjut, ia akan berkoordinasi dengan manajemen klub untuk membicarakan langkah banding yang akan ditempuh.

"Tentu sangat menyayangkan dan kecewa kalau memang sanksi itu benar-benar turun, kami akan koordinasi dengan manajemen bagaimana baiknya. Apa yang bisa kita bantu untuk bisa melakukan langkah banding," kata pria yang akrab disapa Thole ini.

Kutuk Insiden Penembakan Suporter Brajamusti, CEO PSIM Yogyakarta Siap Beri Pendampingan Hukum

"Terlepas dari itu saya minta kepada semua anggota Brajamusti untuk introspeksi lebih mulai dari diri kita masing-masing kemudian di laskar untuk membenahi agar jangan mudah terprovokasi hingga menimbulkan tindakan anarkis dalam mendukung karena sangat merugikan tim kebanggaan kita sendiri," tambahnya.

DPP Brajamusti pun akan membuat tim khusus guna menyosialisasikan hal-hal apa saja yang harus dihindari agar kedepan tak lagi terulang.

"Saya tidak pernah ragu dan sangat mengapresiasi loyalitas dan militansi anggota Brajamusti, cuma bagaimana kedepan hal tersebut kita implementasikan ke hal-hal yang positif," harapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved