Liga Indonesia

BREAKING NEWS: Dihukum Satu Bulan Tanpa Penonton, PSIM Yogyakarta Ajukan Banding

PSIM Yogyakarta tidak terima dengan sanksi berupa larangan berlaga tanpa penonton selama satu bulan oleh Komisi Disiplin buntut kerusuhan suporter dal

BREAKING NEWS: Dihukum Satu Bulan Tanpa Penonton, PSIM Yogyakarta Ajukan Banding
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Dukungan suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, pada laga kandang kontra Martapura FC di Stadion Mandala Krida, Kamis (8/8/2019) lalu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta tidak terima dengan sanksi berupa larangan berlaga tanpa penonton selama satu bulan oleh Komisi Disiplin buntut kerusuhan suporter dalam laga versus Persik Kediri, di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin (2/9/19) silam.

Sekretaris Umum PSIM Yogyakarta, Jarot Sri Kastawa mengatakan manajemen tim berjuluk Laskar Mataram akan mengajukan banding atas sanksi yang diterimanya.

Buntut Kerusuhan Suporter di Kediri, PSIM Yogyakarta Dijatuhi Sanksi Tiga Laga Tanpa Penonton

"Kita bakal ajukan banding. Dalam surat keputusan Komdis PSSI tersebut tertera pelanggaran disiplin yang dilakukan ialah bertingkah laku buruk, tapi kenapa pas main away begitu lho," kata Jarot kepada Tribunjogja.com.

"Kesigapan panpel tuan rumah tentunya juga dipertanyakan, kenapa sanksi yang dijatuhkan di gebyah uyah, main kandang juga tidak boleh ditonton. Padahal selama ini main dikandang manis-manis saja kok, menang kita senang, kalah pun tetap damai. Jadi kesalahan dilakukan sewaktu away, tapi kenapa sanksi dijatuhkan untuk laga kandang juga," lanjutnya.

Ya, ini menjadi hukuman kedua yang diterima Laskar Mataram saat tim melakoni laga tandang.

Sebelumnya, PSIM dijatuhi sanksi membayar denda sebesar Rp 25 juta lantaran oknum suporternya terbukti melakukan pelemparan botol air mineral ke dalam lapangan saat melakoni laga tandang kontra Persatu Tuban di Stadion Bumi Wali, Tuban, 20 Juli 2019 lalu.

BREAKING NEWS : PSIM Yogyakarta Dikenai Sanksi PSSI, Berlaga Tanpa Suporter pada Tiga Laga ke Depan

"Dari suporter pun selalu kita beri edukasi. Namun disisi lain kesigapan panpel saat menjamu tim tamu pun juga diuji. Saat di Tuban, suporter tamu dan tuan rumah bersanding di tribune tanpa ada barikade. Nah hal-hal seperti ini yang seharusnya jadi bahan evaluasi," kata Jarot.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, melalui surat bernomor 063/L2/SK/KD-PSSI/IX/2019, tertanggal 5 September 2019, telah dinyatakan bahwa suporter PSIM terbukti melakukan tindak provokasi dan pelemparan botol ke arah official, sekaligus pendukung Persik, serta rangkaian keributan di luar stadion.

Atas fakta dan pertimbangan hukum tersebut, Komdis PSSI lantas mengeluarkan keputusan merujuk Pasal 70 Jo. Pasal 20 Kode Disiplin PSSI, yakni penonton, atau suporter PSIM dilarang memasuki stadion selama satu bulan, dihitung sejak dimulainya putaran ke dua.

PSIM Yogyakarta Manfaatkan Trofeo HB X Cup 2019 untuk Bangun Chemistry Antarpemain

"Apabila menjalani laga kandang, maka penutupan seluruh stadion bagi suporter/penonton dan apabila menjalani laga tandang, suporter/penonton PSIM dilarang memberikan dukungan di stadion tempat PSIM menjadi tim tamu," tulis surat tersebut.

"Pelaksanaan putusan ini, dimulai dari pertandingan putaran ke dua, karena terjadi pelanggaran terhadap Pasal 70 Kode Disiplin PSSI. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait, akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," lanjutnya.

Merujuk pada surat dari Komdis PSSI itu, hukuman satu bulan dihitung dari pertandingan putaran ke dua, yakni saat PSIM menjamu Persiba Balikpapan pada 23 Agustus lalu.

Sehingga, dalam tiga partai ke depan, tim Naga Jawa bakal berlaga tanpa penonton.

Dengan begitu, suporter pun dipastikan tidak bisa memberikan dukungan untuk klub kebanggaannya kala away ke markas PSBS Biak (13 September), serta dua pertandingan kandang menjamu Persatu Tuban (18 September) dan Madura FC (22 September).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved