Asita DIY Dukung Transportasi Publik Antardestinasi Wisata

Transportasi umum dibutuhkan untuk mempermudah akses wisatawan menuju destinasi wisata dan menghubungkan destinasi satu dengan lainnya.

Asita DIY Dukung Transportasi Publik Antardestinasi Wisata
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) mendukung pengembangan fasilitas transportasi antardestinasi wisata.

Transportasi umum dibutuhkan untuk mempermudah akses wisatawan menuju destinasi wisata dan menghubungkan destinasi satu dengan lainnya.

Termasuk tersedianya bus Damri dari Borobudur ke Parangtritis, Asita menganggap hal tersebut bagus dilakukan. "

Adanya transportasi publik jurusan Borobudur-Parangtritis sangat positif dan kami apresiasi," ujar Wakil Ketua DPD Asita DIY, Bobby Ardianto Setyo Ajie, Rabu (4/9/2019).

Dengan adanya transportasi ini diharapkan dapat membawa efek baik bagi pariwisata di Bantul.

Ia juga berharap transportasi ini dapat menjangkau destinasi wisata lainnya di Bantul.

Kemudahan akses menuju tempat wisata memang menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Ia melihat, tak semua wisatawan menggunakan agen perjalanan yang otomatis mengakomodasi transportasi ke tempat wisata.

Sehingga, transportasi publik akan mempermudah wisatawan individu untuk menuju destinasi.

"Harusnya semua destinasi wisata bisa terkoneksi public transport. Sehingga memudahkan wisatawan yang individual yang tidak menggunakan travel agen. Yang lebih murah dan mudah," kata Bobby.

Diketahui sebelumnya, Kementerian Perhubungan melalui Perum Damri telah membuka trayek Borobudur ke sejumlah objek wisata di DIY. Progam ini untuk mendukung pengembangan kawasan Borobudur.

Selain trayek Borobudur-Parangtritis, ada juga trayek Borobudur-Prambanan, Borobudur-Bandara Adisutjipto, yang sudah mulai beroperasi sejak Agustus lalu. Namun operasional bus tersebut masih tahap ujicoba. Baru ada enam armada untuk trayek Borobudur-Parangtritis.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo pun juga mengusulkan trayek baru dengan menambah destinasi wisata. Kwintarto berharap Mangunan dapat dimasukkan trayek Borobudur-Parangtritis.

"Kami diskusi dengan Dinas Pariwisata provinsi, apakah tidak rugi karena dibiayai operasionalnya. Apakah tidak ingin ada sesuatu lebih bermanfaat. Kami usul ada jalur lagi, karena nginep di Kota Yogyakarta, bisa ditarik Parangtritis ke Mangunan turun ke Malioboro, atau Prambanan. Sehingga menjadi satu rute," katanya. (*)

Penulis: amg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved