Pendidikan

Lulusan STPN Harus Familiar dengan Dunia Digital

Sekjen Kementerian ATR/BPN berharap lulusan nantinya bisa memberikan kontribusi yang baik dan turut partisipasi dalam menyukseskan program nasional.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Sebanyak 444 mahasiswa STPN diwisuda pada Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta kembali mewisuda sebanyak 444 mahasiswanya, yang terdiri dari 56 orang Program Studi Diploma IV Pertanahan dan 388 Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral pada Selasa (3/9/2019).

Himawan Arief Sugoto, Sekjen Kementerian ATR/BPN berharap, para lulusan nantinya bisa memberikan kontribusi yang baik dan turut partisipasi dalam menyukseskan program nasional.

Menurutnya, pada 2025 mendatang, STPN dicanangkan sebagai institusi kelas dunia.

Oleh karenanya pembangunan SDM merupakan hal yang harus diutamakan, terlebih pada era digital saat ini.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

"Kita kita harus membangun SDM dan teknologi pendukung. Kita sangat tahu teknologi saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan dasar. Tentu ATR/BPR harus antisipasi. Kita harapkan alumni lebih familiar dalam dunia digital untuk menjadi digital talent yang akan membangun ATR/BPN," ungkapnya.

Ketua STPN Yogyakarta, Dr Ir Senthot Sudirman, M.S. mengungkapkan wisuda bukan hanya sekedar tradisi akademik semata, namun memiliki esensi yang tinggi karena merupakan manifestasi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Dia menjelaskan jika kualitas merupakan hal utama yang selalu dijaga oleh STPN.

"Untuk mewujudkan kualitas lulusan yang memiliki kompetensi intelektual, profesional, berwawasan kebangsaan maka STPM terus melakukan evaluasi dan pembenahan diri di semua lini kehidupan kampus, baik staf pengajar, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana penunjang," ungkapnya.

STPN Siap Berikan Solusi Masalah Agraria di Yogyakarta

Senthot menerangkan, sampai saat ini, institusi STPN, Prodi Diploma IV Pertanahan dan Prodi Diploma I PPK telah mendapatkan akreditasi baik B sampai dengan A dari BAN-PT, begitu pula dengan UPA Perpustakaan yang juga mendapatkan akreditasi A.

Saat ini, STPM juga telah menyelesaikan proses revisi Kurikulum Program Diploma IV Pertanahan.

Revisi yang dilakukan menyangkut penataan struktur kurikulum sesuai prinsip-prinsip pembelajaran, peningkatan praktikum dan pemekatan distingsi materi muatan kurikulum yang mengacu pada tupoksi Kementerian ATR/BPN dan perkembangan ilmu dan teknologi.

"Secara khusus, kurikulum baru ini memuat konsentrasi baru untuk melengkapi konsentrasi yang sudah ada yakni Konsentrasi Pertanahan dan Tata Ruang, yang sebelumnya baru terdiri dari 2 konsentrasi, yakni konsentrasi Perpetaan dan Manajemen Pertanahan," ungkapnya.

Selain itu, STPN juga mendorong peningkatan profesionalisme dosen melalui studi lanjut dan serifikasi dosen, sehingga nanti di akhir 2019 semua dosen sudah tersertifikasi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved