BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian kepada Ahli Waris Pelaku UKMM di Yogyakarta

BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian sebesar Rp24 juta kepada ahli waris Doni

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian kepada Ahli Waris Pelaku UKMM di Yogyakarta
internet
logo BPJS Ketenagakerjaan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian sebesar Rp24 juta kepada ahli waris Doni, yang merupakan pelaku UMKM di Umbulharjo, yang secara simbolis diserahkan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, di ruang kerjanya, Senin (2/9/2019).

Ahli waris, yakni istri Doni yang bernama Rahma Dian Agustin, menceritakan bahwa mendiang suaminya mendaftar BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 melalui CSR yang diberikan PT Sari Husada.

Dian mengatakan bahwa dirinya dan suami bergerak di usaha percetakan.

"Suami saya meninggal Januari 2019 saat berolahraga. Saya tidak tahu kalau ada manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan. Tahunya karena dapat telepon dari pusat untuk menyelesaikan tunggakan yang ada. Saya bilang, kalau yang bersangkutan sudah meninggal sejak Januari," jelasnya, ditemui seusai seremonial pemberian santunan.

Dian pun mengaku mendapatkan arahan untuk segera mengubungi kantor BPJS Kesehatan cabang Yogya.

Dari sana ia mengetahui bahwa dari iuran sebesar Rp10 ribu yang dibayarkan suaminya setiap bulan, ia sebagai ahli waris mendapatkan santunan kematian.

"Ini selanjutnya rencananya mau melanjutkan ikut BPJS Ketenagakerjaan. Iurnya murah kalau Rp10 ribu per bulan untuk satu orang saya sanggup. Bila terjadi kecelakaan kerja juga dapat asuransi," bebernya.

Sementara itu, Perwakilan PT Sari Husada, Endah Prasetiyowati, menjelaskan bahwa pihaknya menggelontorkan stimulan selama satu tahun untuk 255 UMKM dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 675 orang dengan anggaran dari CSR sekitar Rp75 juta.

"Kita berikan stimulus dengan harapan mereka nanti akan melanjutkan iur secara mandiri. Bisa jadi mereka sebelumnya tidak ikut karena tidak tahu atau tidak mampu. Tapi meski demikian mereka harus tahu bahwa manfaat yang diterima besar," pungkasnya. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved