Bantuan Iur BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Program Gandeng Gendong

Total program dalam BPJS Ketenagakerjaan yakni ada empat meliputi asuransi kematian, kecelakaam kerja, jaminan hari tua, dan pensiun.

Bantuan Iur BPJS Ketenagakerjaan Bentuk Program Gandeng Gendong
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, secara simbolis menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris pelaku UMKM yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Senin (2/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta, Ainul Kholid, menjelaskan bahwa santunan kematian sebesar Rp24 juta diberikan kepada ahli waris sesuai dengan aturan.

Hal tersebut lantaran yang bersangkutan meninggal di luar pekerjaan yang dalam hal ini adalah saat olahraga.

"Kalau meninggalnya saat kecelakaan kerja, maka jumlah santunan yang diterima adalah 48 dikali dengan gaji," ujarnya.

Kholid menjelaskan, iur sebesar Rp10 ribu per bulan tersebut telah mencakup dua program yakni asuransi kematian dan kecelakaan kerja.

Adapun total program dalam BPJS Ketenagakerjaan yakni ada empat meliputi asuransi kematian, kecelakaam kerja, jaminan hari tua, dan pensiun.

"Paling banyak untuk peserta kami mendaftar program jaminan hari tua. Data terbaru sekitar Rp188 miliar se-DIY, sementara untuk asuransi kematian sekitar Rp27 miliar," ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk warga yang memiliki KTP DIY sebanyak 42.019 peserta yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara untuk peserta yang mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta sebanyak 26.157 peserta.

Kholid juga menyinggung bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menjalankan program Jaga Warga yakni Bekerja Warga Kota Yogyakarta untuk upaya perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Karena tidak bisa kalau semua dibebankan ke pemerintah kota. Harapannya dari CSR. Tujuannya semua pekerja terlindungi," urainya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menuturkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan dari PT Saei Husada untuk pelaku UMKM di Unbulharjo merupakan salah satu wujud Program Gandeng Gendong.

"CSR untuk jaminan kematian dan kecelakaan kerja selama setahun. Saat ini kebetulan Mas Doni bertempat tinggal di Pandeyan dan meninggal saat badminton," ujarnya.

Heroe mengatakan bahwa masyarakat khususnya pekerja, baik formal maupun nonformal sudah harus sadar akan potensi yang dialaminya selama bekerja. BPJS Ketenagakerjaan mampu memberikan jaminan kerja sejak pekerja keluar rumah hingga kembali ke rumah.

"Ketika sudah menjadi peserta, maka akan diasuransikan termasuk biaya rawat inap," ucapnya. (*)

Penulis: kur
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved