Makan Gurita Hidup, Ria Ricis Dapat Kritikan Pedas dari Garda Satwa Foundation
Garda Satwa Foundation mengkritisi konten YouTuber Ria Ricis yang memakan gurita hidup. Berikut ini artikel selengkapnya!
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - YouTuber Indonesia, Ria Ricis mendapat sorotan warganet dan komunitas perlindungan hewan, Garda Satwa Foundation terkait kontennya yang memakan gurita hidup.
Ria Ricis mengunggah konten dirinya sedang mukbang (siaran makan) gurita hidup saat dirinya sedang berlibur di Korea Selatan.
Gurita hidup memang satu di antara menu makanan khas Korea Selatan, yang bisa digolongkan cukup ekstrem.
Video mukbang gurita ini diunggah Ria Ricis di channel YouTuber dengan 16 juta subscriber miliknya pada 22 Agustus 2019.
Hingga saat ini, Jumat (30/8/2019), video ini telah disaksikan lebih dari 5 juta kali.
• Video Mukbang Makan Gurita Hidup-Hidup Ria Ricis Dikritik Netizen
Pada Jumat sore, komunitas perlindungan hewan, Garda Satwa Foundation menyampaikan kritikan pada Ria Ricis terkait konten tersebut melalui Instagram mereka.
"Video @riaricis1795 makan gurita hidup-hidup dideteksi oleh Facebook sebagai konten yang mengandung kekerasan. Harusnya seorang influencer yang followersnya jutaan tau yah rules dalam membuat konten, salah satunya tidak boleh membuat konten yang mengandung kekerasan. Bisa ditarik adsensenya oleh youtube jika direport oleh orang banyak.
Harusnya @riaricis1795 juga tahu bahwa video ini mendapat kritik pedas di Facebook dari penggemarnya sendiri, mulai dari kritik mengenai adab dan norma, sampai ke akidah agama.
Memakan hewan hidup-hidup itu kejam dan tidak beradab, meskipun hewan yang dimakan adalah hewan untuk dikonsumsi. Kecuali kalo @riaricis1795 mampu menelan langsung gurita itu dalam satukali telan, dan hewannya tidak terlalu lama merasakan sakit karena langsung tewas, nggak digigit sedikit demi sedikit.
Mau nyontoh konten luar negeri ga perlu lah kami rasa, karena tiap negara punya kultur yang berbeda. Indonesia negara yang beradab, ingat sila ke-2, “Kemanusiaan yang adil dan BERADAB”. Buat kami, @riaricis1795 sama kejamnya dengan Mbah Grandong yang makan kucing hidup-hidup.
Jika memang di Korea biasa memakan gurita hidup-hidup, silakan saja lakukan itu di sana TAPI jangan sebarkan ke sini.
16 juta pengikut @riaricis1795 dari berbagai kalangan dan berbagai usia, di mana seorang @riaricis1795 bisa saja menjadi contoh atau panutan anak-anak yang belum bisa menilai mana baik dan mana yang tidak, 1% nya saja kira-kira akan mencontoh @riaricis1795 dari 16 juta pengikut berarti 160.000 @riaricis1795 baru.
Terbukti beberapa tahun lalu ketika @riaricis1795 membuat konten membuang squishy ke toilet dan ke pantai, muncul orang-orang yang mencontoh membuang squishy. @riaricis1795 atas kontennya tersebut menuai kecaman dari aktivis lingkungan. Kami kira @riaricis1795 belajar dari kasus tersebut, ternyata diulangi lagi.
Pagi tadi kami sudah DM untuk meminta take down videonya dan mengajak bertemu.
Tapi jikapun tidak ditake down teman-teman di sini sebagai penonton bisa mereport konten tersebut di youtube chanelnya agar tidak beredar lagi dan supaya ga dijadikan contoh adik-adik kita yang masih kecil.
Semoga konten kreator lebih bijak lagi dalam membuat konten," tulis @gardasatwafoundation.
( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)