Nasional

Mahfud MD Minta Pemerintah Hati-hati Tangani Persolan Papua

Mahfud juga menambahkan, sikap hati-hati dalam menangani Papua ini bisa dilakukan dengan menahan diri dan cara persuasif.

Mahfud MD Minta Pemerintah Hati-hati Tangani Persolan Papua
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Mantan Ketua MK, Prof Mahfud MD 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Mahfud MD meminta pemerintah Indonesia berhati-hati dalam menangani persoalan di Papua.

Dia juga menegaskan, Papua adalah bagian sah dari NKRI dan tidak ada alternatif untuk merdeka atau referendum.

"Papua adalah bagian sah negara tidak ada alternatif merdeka dan referendum. Referendum tidak dikenal dalam tata hukum kita, " paparnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Jumat (30/8/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Berdasarkan konvensi internasional mengenai hak sipil, hak politik, hak ekonomi, sosial dan budaya yang diratifikasi pada tahun 2006 oleh Indonesia disebutkan bahwa setiap negara yang mempunyai kekuasaan sah dapat mengambil langkah apapun untuk mempertahankan daerah itu.

"Dalam konvensi itu disebutkan, setiap bangsa atau komunitas bisa menentukan nasib sendiri. Tetapi, jika sudah menjadi bagian sah negara maka negara harus mempertahankan langkah apapun yang bisa dilakukan asal tidak melanggar HAM dan hukum internasional," jelasnya.

Mahfud juga menambahkan, sikap hati-hati dalam menangani Papua ini bisa dilakukan dengan menahan diri dan cara persuasif.

Terkait Situasi di Papua, Moeldoko Harapkan Semua Pihak Meredam Emosi

Karena sekarang, ujarnya, kaum separatis Papua yang bersinergi dengan kekuatan luar itu sedang memancing reaksi negatif.

"Jika sedikit ada kemarahan diviralkan dunia luar dan lapor PBB. Maka harus hati-hati," paparnya.

Mahfud pun menduga kuat adanya koordinasi dengan negara luar dan kaum separatis.

Koordinasi ini adalah tujuh negara di Pasifik.

"Harus hati-hati karena jaringan separatis," paparnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved