Kota Yogya

Pemkot Yogya Akan Tutupi Kekurangan Guru dengan Naban

Ddengan adanya tambahan pegawai fungsional tersebut sangat membantu untuk menutup kekurangan guru yang ada di Kota Yogyakarta.

Pemkot Yogya Akan Tutupi Kekurangan Guru dengan Naban
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat memimpin pelantikan pejabat fungsional di Pemkot Yogyakarta, Rabu (28/8)/2019. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Fungsional Pemkot Yogyakarta terhadap 31 pegawai, di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Rabu (28/8/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori menjelaskan, dengan adanya tambahan pegawai fungsional tersebut sangat membantu untuk menutup kekurangan guru yang ada di Kota Yogyakarta.

"Kalau jumlah pastinya kekurangannya berapa saya tidak ingat. Tapi yang pasti di Kota Yogyakarta ada sekitar 1.800 guru PNS dari jenjang TK, SD, SMP," ungkapnya saat ditemui Tribunjogja.com seusai pelantikan.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ia menjelaskan saat ini komposisi guru di sekokah yakni 60 persen guru PNS dan 40 persen adalah tenaga bantuan (naban).

Meski demikian ia menjelaskan bahwa kekurangan masih cukup banyak mengingat setiap tahunnya terdapat beberapa guru yang purna tugas alias pensiun.

"Cara mengatasinya yakni dengan naban. Di samping itu, sekolah juga mencari sendiri yakni melalui GTT/PTT (Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap) yang diangkat sekolah. Gajinya tetap dari pemerintah," bebernya.

Budi menjelaskan bahwa saat ini kekurangan guru tersebut jumlahnya tidak sampai 1.000 guru.

Ia mengatakan bahwa umumnya setiap SD yang berisi 6 rombongan belajar atau rombel memerlukan sekitar 8-9 guru.

Pemkot Yogya Resmikan Padat Karya Infrastruktur di Kotabaru

"Mulai guru kelas, guru PAI, guru Penjaskes, Kepala Sekolah, dan sebagainya," ucap Budi.

Terpisah, saat memberikan pengarahan, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa pejabat fungsional harus bisa meningkatkan keterampilan dan keahliannya.

"Di samping harus memiliki pemahaman yang lebih luas dan meningkat, mereka juga harus mampu mengikuti perkembangan aturan yang berlaku," tuturnya.

Selain mengembangkan keterampilan dan keahlian, Heroe juga menekankan bahwa pejabat fungsional juga perlu memiliki integritas yang tinggi.

"Selain itu mereka harus mematuhi etik dan etika. Etik yakni yang membuat orang berkerja sesuai dengan nilai yang berlaku. Sementara etika menyangkut bagaimana kita memperlakukan orang lain, baik atasan, bawahan, dan orang lain," pungkasnya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved