Yogyakarta

Gagalkan Penyeludupan Ratusan Pil Happy Five, Bea Cukai DIY Waspadai Malaysia dan Singapura

Petugas Bea Cukai DIY berhasil menggagalkan penyelundupan 484 butir happy five dan 9,5 butir ekstasi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Gagalkan Penyeludupan Ratusan Pil Happy Five, Bea Cukai DIY Waspadai Malaysia dan Singapura
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Jumpa pers penggagalan penyelundupan narkoba di KPPBC TMP B Yogyakarta, Rabu (28/08/2019) pagi. Tampak tersangka di sisi kiri 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Petugas Bea Cukai DIY berhasil menggagalkan penyelundupan 484 butir happy five dan 9,5 butir ekstasi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan penggagalan tersebut merupakan keberhasilan ketiga Bea Cukai selama tahun 2019.

Ia menuturkan bahwa Senin (29/7/2019) lalu sekitar pukul 11.30, petugas Bea Cukai menaruh kecurigaan pada RDA (23) alias Acha seorang penumpang AirAsia rute Kuala Lumpur-Yogyakarta.

Melihat gerak-gerik mencurigakan, petugas lantas melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari barang bawaan hingga pemeriksaan badan.

"Pemeriksaan barang bawaan tidak ada yang mencurigakan. Tetapi kami kan tidak bisa percaya begitu saja. Kemudian kami melakukan pemeriksaan badan, tentu oleh petugas perempuan karena RDA perempuan. Dari pemeriksaan itu kami menemukan lima bungkusan plastik berisi pil yang disembunyikan di dalam bra," katanya saat jumpa pers di Bea Cukai DIY, Rabu (28/8/2019).

Ia mengungkapkan, potensi penyelundupan narkoba melalui bandara tergolong tinggi, sehingga pihaknya harus selalu waspada dan bersinergi dengan stakeholder terkait.

Yang menjadi kewaspadaan Bea Cukai saat ini adalah penyelundupan narkoba dari Malaysia dan Singapura.

Menurutnya dua negara tersebut merupakan negara transit, sehingga penerbangan langsung dari Malaysia dan Singapura perlu dipantau.

"Potensi penyelundupan melalui bandara besar. Ada dua bandara yang melayani penerbangan langsung, ini yang harus kita waspadai dan melakukan pengawasan seketat mungkin. Malaysia dan Singapura itu negara transit,"ungkapnya.

"Tahun 2018 kami tangani 12 kasus, tahun 2019 3 kasus, dua di Semarang dan satu Yogyakarta. Dari kasus yang sudah kami tangani, mayoritas 'barang' dari Malaysia," sambungnya.

Selain meningkatkan pengawasan bandara, pihaknya juga berkoordinasi dengan stakeholder lain.

Ia menilai banyak celah untuk menyelundupkan barang haram tersebut.

"Dari kasus yang kami tangani potensi penyelundupan bisa lewat jalur laut, ada juga bahkan yang pakai pos," pungkasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved