Nasional

Pakar UGM Sebut Kaltim Cocok Jadi Ibu Kota Negara yang Baru

Dibandingkan dengan kota lain yang diwacanakan sebelumnya, kota-kota di Kaltim dianggap paling siap untuk dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar.

Pakar UGM Sebut Kaltim Cocok Jadi Ibu Kota Negara yang Baru
Google
Peta Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 

TRIBUNJOGJA.COM - Pakar Pembangunan Wilayah UGM, Rijanta menilai rencana dijadikannya Kalimantan Timur sebagai lokasi ibukota negara yang baru sudah tepat.

Dibandingkan dengan kota lain yang diwacanakan sebelumnya, kota-kota di Kalimantan Timur dianggap paling siap untuk dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar.

Rijanta mengungkapkan, dari segi infrastruktur, Kalimantan Timur sudah memiliki bandara serta lokasinya dekat dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia yang menjadi alur utama pelayaran skala besar.

“Semua ada plus minus, tapi Kalimantan Timur banyak plusnya. Infrastrukturnya siap, dari segi angkutan laut juga strategis sekali. Di samping itu, dari segi sosial, heterogenitas masyarakat yang cukup tinggi menjadikan wilayah ini lebih siap untuk menerima perubahan," ungkapnya pada Selasa (27/8/2019).

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Rijanta menerangkan meskipun nantinya ibu kota baru ini akan mengemban fungsi utama di bidang pemerintahan, namun kota tersebut tidak akan menggantikan keseluruhan fungsi yang saat ini berjalan di Kota Jakarta.

Menurutnya, pemindahan ibu kota, ujarnya, tidak semata-mata didasarkan pada kondisi kemacetan atau kepadatan penduduk yang terjadi di Jakarta, namun pada fakta bahwa fungsi kota yang dijalankan oleh Jakarta sudah saling menumpuk hingga menimbulkan kompleksitas.

“Ini berbagi fungsi, jadi fungsi pemerintahan yang pindah ke satu titik lain di Indonesia. Fungsi yang lain, fungsi ekonomi, fungsi komersial, ya tetap di Jakarta. Itu tidak akan membangkrutkan Jakarta, Jakarta tetap akan hidup dan menghidupi daerah hinterland-nya,” terangnya.

Rijanta menerangkan, pembagian fungsi kota kepada ibu kota yang baru dianggap memiliki efek positif, baik untuk Jakarta, kota yang dituju, maupun bagi daerah lain yang menjadi bagian dari pengembangan wilayah ibu kota baru.

Luas Wilayah Ibu Kota Baru di Provinsi Kalimantan Timur Tiga Kali DKI Jakarta

“Ini dibutuhkan wawasan jangka panjang. Kalau orang punya wawasan jangka panjang akan setuju dengan gagasan itu, tapi kalau berpikir jangka pendek pasti tidak akan sejauh itu memikirkan masalah yang sangat besar yang namanya kesenjangan,” katanya.

Meski demikian, pemindahan ibu kota juga menghadirkan tantangan tersendiri, tidak hanya dari segi konstruksi atau kesiapan infrastruktur, tetapi juga penyediaan layanan pendukung seperti pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Menurutnya, satu dari beberapa tantangan krusial yang kurang disoroti adalah persoalan pemenuhan kebutuhan pangan.

“Satu juta orang kalau nanti berpindah ke sana, kesiapan yang ada di sana bukan hanya persoalan pusat ibu kotanya, tapi juga pelayanan pendukung untuk kehidupan orang-orang itu sendiri. Bagi saya yang sangat urgen adalah pangan, karena Kalimantan itu masih mendatangkan bahan pangan dari Jawa Timur,” terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved