Breaking News:

Tingkatkan Motivasi Atlet di Porda DIY 2019, Pemkab Sleman Naikan Bonus Peraih Medali

Tingkatkan Motivasi Atlet di Porda DIY 2019, Pemkab Sleman Naikan Bonus Peraih Medali

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Bupati Sleman, Sri Purnomo, secara simbolis menyerahkan jaket kontingen kepada atlet, dalam agenda pengukuhan kontingen Sleman untuk Porda DIY, di Kantor KONI Sleman, Komplek Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (25/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kabupaten Sleman mematok target pertahankan gelar juara umum dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019, yang mulai bergulir bulan Oktober mendatang.

Guyuran bonus pun sudah disiapkan demi menunjang motivasi atlet.

Dalam agenda pengukuhan kontingen Sleman yang akan terjun pada multi sport event tingkat provinsi, di Kantor KONI Sleman, Komplek Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (25/8/2019), Bupati Sleman, Sri Purnomo, menegaskan optimismenya tersebut.

Berkekuatan 977 orang, dengan rincian 757 atlet dan 220 offisial, Sleman turun di 426 nomor pertandingan, dari 38 cabang olahraga (cabor) yang ditandingkan.

SMP Pangudi Luhur Juara Stece Cup 2019

Orang nomor satu di Sleman tersebut pun meyakini, target juara umum, sangat mungkin terealisasi.

Dengan syarat, atlet-atlet Sleman dapat bekerja keras dan tidak meremehkan lawan, dalam Porda DIY nanti.

Ia pun memastikan, pemerintah akan memperhatikan para atlet dengan raihan prestasi yang diraih pada gelaran dua tahunan ini, maupun ajang lainnya.

"Kita dorong terus ya, kita siap berikan yang terbaik soal bonus. Kami juga harap, setelah Porda DIY nanti, atlet-atlet bisa terus berkembang menjadi atlet level nasional, bahkan internasional," tandasnya.

Pesan Pelatih PSS Untuk Dua Pemain yang Dipanggil ke TC Timnas U-22 : Kuncinya Ada di Mental

Sementara itu, Ketua KONI Sleman, Pramana berujar, dalam rangka mewujudkan torehan juara umum Porda DIY, besaran tali asih, atau bonus bagi peraih medali emas nomor perorangan, akan naik 50 persen, dari besaran yang diterima atlet di Porda DIY 2017 lalu.

"Dari tahun 2017 sebesar Rp 10 juta, tahun ini Rp 15 juta untuk medali emas nomor perorangan. Tidak bisa dipungkiri ya, mempertahankan gelar juara umum itu lebih sulit ketimbang merebutnya," ujarnya. (Tribunjogja I Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved