Kisah Ludinem, Warga Menayu Lor Bantul Tolak Menara Telekomunikasi Karena Sang Cucu Sakit

Ludinem, Jarwo bersama-sama puluhan warga lain, Senin (26/8/2018) pagi, berunjuk rasa menolak keberadaan menara telekomunikasi

Kisah Ludinem, Warga Menayu Lor Bantul Tolak Menara Telekomunikasi Karena Sang Cucu Sakit
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Sejumlah warga kampung Menayu Lor Padukuhan Jeblog, Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul menenteng spanduk penolakan menara telekomunikasi di kampung mereka, Senin (26/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ludinem dan suaminya, Jarwo, tinggal di dekat menara telekomunikasi di kampung Menayu Lor, Padukuhan Jeblog, Desa Tirtonirmolo, Kasihan Bantul.

Jaraknya hanya terpaut sekitar lima meter.

Mereka tinggal dalam satu rumah bersama seorang cucu, bernama Sandrian yang berusia sekitar 2,5 tahun.

Ludinem, Jarwo bersama-sama puluhan warga lain, Senin (26/8/2018) pagi, berunjuk rasa menolak keberadaan menara telekomunikasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Alasannya, kata Ludinem, cucu kesayangannya itu menderita penyakit yang sangat aneh.

"Tubuhnya itu lemes ndak bisa apa-apa. Setiap hari, kadang lemes kadang nggak. Lemesnya itu peyok, kayak lumpuh," kata dia, ditemui di lokasi unjuk rasa penolakan menara telekomunikasi.

Ludinem mengaku sudah membawa Sandrian ke Puskemas maupun dokter untuk perawatan medis.

Namun, kata dia, dokter tidak menemukan penyakit apa-apa pada cucunya itu.

"Dokter bilang cucu saya ini ndak sakit apa-apa. Dokter tanya, rumah ibu dekat apa. Saya bilang tower. (dugaan) terkena radiasi," terang dia.

Ludinem dan Jarwo berharap menara telekomunikasi bisa segera dibongkar karena dinilai berbahaya bagi keluarganya dan warga kampung setempat.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved