Breaking News:

Berita PSIM Yogyakarta

Raymond Tauntu Kenang Masa Kecil, Rela Panjat Tembok Hingga Dipukul Rotan Demi Nonton El Loco

Raymond Tauntu Kenang Masa Kecil, Rela Panjat Tembok Hingga Dipukul Rotan Demi Nonton El Loco

Bolasport
Gelandang PSIM Yogyakarta, Raymond Tauntu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi setiap pesepakbola, tampil bersama idola dalam satu tim adalah hal yang paling menyenangkan sekaligus membanggakan dalam karirnya.

Bagaimana tidak, jika sebelumnya ia hanya bisa menikmati penampilan idolanya tepi lapangan, kini bisa tampil bersama.

Itulah yang saat ini dirasakan Raymond Tauntu.

Gelandang bertahan PSIM Yogyakarta ini sama sekali tidak pernah menyangka bakal bisa merumput bersama Cristian Gonzales, yang tak lain adalah idolanya sejak kecil.

"Jadi memang waktu itu saya masih kecil, kira-kira kelas 4 SD saat Gonzales main di PSM Makassar. Masih kecil sekali waktu itu, belum punya duit sendiri, dan kalau pun punya uang, pasti saya dan teman-teman sebaya waktu itu pasti dilarang pergi nonton bola ke stadion," kata Raymond.

PSIM Yogyakarta Diperkuat Deretan Pemain Bintang, Bak Dua Sisi Mata Uang

Benar saja, Cristian Gonzales menjadi idola se-antero Makassar, kampung halaman Raymond. Duet Cristian Gonzalez - Oscar Aravena. Duo Latin ini bahu membahu menyumbang mayoritas gol Juku Eja sejak pekan pertama kompetisi.

Tak heran, aksi Juku Eja selalu dinanti kala itu, tak terkecuali Raymond dan teman-teman masa kecilnya.

Bermodal nekat, Raymond dan teman-temannya nebeng dari satu angkot ke angkot lainnya demi menyaksikan aksi sang idola.

"Jarak rumah ke stadion itu lumayan jauh, jadi kita nebeng angkot. Karena nggak punya duit, jadi kita hanya bergelantungan di bagian belakang angkot, pegangan yang kuat," kata pemilik nomor punggung 18 ini.

"Sampai di stadion, ya mau nggak mau panjat dinding stadion. Ditarik pakai ikat pinggang sama orang yang sudah ada di atas. Itu emang gila, nggak peduli bahaya, nggak takut jatuh pas panjat tribune , padahal lumayan tinggi," kenangnya sembari tertawa.

Dipanggil Ikuti Pemusatan Latihan Timnas U-22, Sidik Saimima Mengaku Kaget

"Pernah juga tertangkap saat panjat tribune, wah kaki tangan sampai punggung memar biru-biru dihantam rotan sama tentara dan polisi. Hanya untuk dikenang saja, jangan dicontoh," lanjutnya.

Sayang, di musim tersebut PSM harus puas menempati posisi kedua dengan selisih lima poin, dari Persik Kediri yang berstatus tim promosi.

Beruntung penyerang andalan mereka kuasai daftar pemain tersubur. Oscar menyabet gelar top skorer berkat 31 gol, sementara Gonzales duduki peringkat tiga dengan koleksi 27 angka.

Dulu idola masa kecil kini jadi rekan setim. Raymond pun tak menyangka, senang sekaligus bangga bisa bermain bersama Gonzales di PSIM.

"Senang sekali, saya bangga bisa setim dan bermain sama dia (Gonzales). Papito (panggilan Gonzales) orang yang baik, dia panutan pemain muda. Mungkin diakhir kompetisi saya akan minta jersey dia untuk kenang-kenangan," pungkas Raymond. (Tribunjogja I Hanif Suryo)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved