Tumbuhkan Motivasi Berwirausaha, KKN PPM UAD Gelar Seminar Kewirausahaan di Sedayu Bantul

Kegiatan ini merupakan puncak dari program KKN-PPM kerjasama Kemenristekdikti dengan UAD yang telah berlangsung hampir satu bulan

Tumbuhkan Motivasi Berwirausaha, KKN PPM UAD Gelar Seminar Kewirausahaan di Sedayu Bantul
dok.istimewa
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar kewirausahaan dan gelar produk di Balai Desa Argorejo, Sedayu, Bantul, Sabtu (24/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan seminar kewirausahaan dan gelar produk di Balai Desa Argorejo, Sedayu, Bantul, Sabtu (24/8/2019).

Kegiatan ini merupakan puncak dari program KKN-PPM kerjasama Kemenristekdikti dengan UAD yang telah berlangsung hampir satu bulan, di tiga wilayah utama di Sedayu yaitu dusun Polaman, Sundi Kidul, dan Kepuhan.

DPL KKN Dr Fatwa Tentama SPsi MSi menyampaikan, seminar ini tentang kewirausahaan yang bertujuan untuk menumbuhkan motivasi berwirausaha dan memberi wawasan pada masyarakat untuk berani memulai usaha.

“Dengan memanfaatkan limbah pertanian dan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis salah satunya menjadi briket bioarang,” ujarnya.

Fatwa menuturkan, turut digelar pameran yang menyajikan produk-produk yang dihasilkan warga Argorejo melalui KKN PPM UAD ini.

Selama KKN mahasiswa memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada warga dalam mengolah limbah pertanian, sampah dan bahan tak terpakai menjadi produk unggul dan ramah lingkungan.

Produk-produk yang dipamerkan dalam gelar produk diantaranya briket bioarang, bio aktivator, pupuk cair, pupuk padat, air Lindi, sabun cuci piring, tanaman TOGA dan lain sebagainya.

“Sampah organik dari daunan, hewan, maupun sampah dapur dibuat menjadi pupuk," lanjutnya.

Dengan banyaknya warga yang mempunyai ternak sapi dan kambing, kotoran ternak tersebut kemudian diberdayakan menjadi pupuk padat.

Sementara, limbah dan sampah yang diolah menjadi briket bioarang.

"Lalu buah, seperti sawo dan pisang dijadikan aktivator. Dan sampah dapur, sisa-sisa makanan yang jenisnya organik daripada terbuang diolah menjadi pupuk cair,” kata dia. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved