Yogyakarta
Tempat Wisata Populer Yogyakarta, Musiman tapi Instagramable dari Taman Bunga hingga Sekaten
Wisata populer di Yogyakarta ada juga yang bersifat musiman. Sebagian besar merupakan wisata taman bunga yang mengeluarkan kembang indah memukau mata.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Wisata populer di Yogyakarta ada juga yang bersifat musiman. S
ebagian besar merupakan wisata taman bunga yang mengeluarkan kembang indah memukau mata.
Bunga itu hanya dihamparkan di tengah kebun cukup luas dan bisa dikunjungi siapapun dengan harga murah.
Tentu, ini adalah kesempatan bagi Anda yang ingin memperbarui feed Instagram dengan tampilan bunga-bunga cantik.
Namun, tidak hanya bunga. Pameran seni di Yogyakarta bisa menjadi alternatif wisata. Anda tinggal memastikan kapan pameran tersebut diadakan.
Mau tahu wisata musiman apa saja yang ada di Yogyakarta?
Berikut list lengkapnya:
1. Taman Bunga Amarilis
Indahnya berfoto kelilingi bunga-bunga yang bermekaran memberikan sensasi seperti berada di negeri bagian Eropa.
Anda dapat menjumpainya di Taman Bunga Amarilis yang terletak di Desa Salam, Patuk, Gunungkidul.
Taman ini sempat mengalami kerusakan akibat sejumlah bunga cantik yang terinjak-injak oleh kaki pengunjung pada 2015 silam.
Namun, saat ini taman tersebut sudah diperbaiki sehingga dapat dinikmati keindahaannya kembali. Mekarnya Bunga Amarilis tersebut menarik perhatian di sosial media.
Taman Bunga itu sebenarnya milik Sukadi, warga Gunungkidul. Meskipun taman tersebut milik perseorangan, Sukadi selaku pemilik mempersilahkan siapapun untuk yang ingin berfoto dapat mengabadikan moment di taman miliknya.
Bagi Anda yang ingin mengabadikan momen mekarnya Bunga Amarilis pastikan bunganya mekar dulu.
Sebab, mekarnya bunga ini hanya ada di bulan-bulan tertentu. Jika Anda berkunjung ke Taman Bunga Amarilis sebaiknya perhatikan langkah agar tidak terinjak. Untuk biaya masuknya, cukup merogoh kocek kurang lebih Rp 5000.
Di sini juga menyediakan penjualan bibit bunga Amarilis. Bagi pengunjung yang gemar mempercantik halaman rumah bisa membeli bibitnya seharga kurang lebih Rp 3000 per biji. Sementara itu untuk satu polybag berkisar Rp 7000.
2. Kebun Bunga Celosia
Di Gunungkidul selain ada Taman Bunga Amariis, Anda dapat juga menjumpai Kebun Bunga Celosia.
Terletak di Planjan, Kemadang, Tanjungsari, Gunugkidul. Kebun tersebut juga masih milik pribadi dari salah satu warga Gunungkidul.
Sebelumnya, kebun ini menjadi taman bunga matahari namun silir bergantinya musim berbunga, taman tersebut berubah menjadi bunga celosia.
Apabila ingin mengabadikan momen dengan bunga celosia sebaiknya melihat musimnya terlebih dulu. Bunga tersebut hanya bisa mekar dalam waktu 4 bulanan.
Bunga tersebut terkenal dengan nama jengger ayam atau bunga wol. Sebab, bentuknya yang mirip antara jengger ayam dan benang wol.
Perlu diketahui sang pemilik menanam bunga celosia dengan warna kontras sebanyak 6000 bunga. Pengunjung akan ditarik biaya sekitar Rp 5000.
Di area tersebut, Anda juga dapat menemui beberapa spot foto yang dapat memperindah hasil bidikan.
Tak hanya itu, disini Anda juga dapat menemukan kebun-kebun bunga lainya yang berdekatan dengan lokasi ini.
3. Kebun Bunga Resoinangun
Bantul tak hanya memiliki keindahan wisata bak atas awan saja. Untuk memajukan perkonomian, Bantul juga memiliki tempat wisata seperti taman bunga yang kini sedang marak di media sosial.
Berbagai jenis bunga berwarna-warni dan hamparan nan hijau dapat Anda jumpai di Kebun Bunga Resoinangun ini. Kebun ini menonjolkan bunga celosianya.
Pengunjung akan dimanjakan dengan pesonanya di kala matahari mulai di ufuk timur.
Senja yang memberikan drama pada kehidupan yang turut menyinari bunga-bunga di taman membuat semakin indah.
Apabila berkunjung ke lokasi tersebut, Anda tak hanya berpose di tengah-tengah bunga saja.
Namun, disini terdapat spot-spot foto yang telah disediakan seperti sepeda hias bak di Belanda, ayunan, kursi kayu dan masih banyak lagi.
Untuk lokasinya dapat ditelusuri melalui google map. Alamat tepatnya berada di Malangan, Srigading, Sanden, Bantul
. Jika ditempuh dari pusat kota, akan memakan waktu sekitar 50 menit dengan keadaan jalan normal. Cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 6000, Anda dapat berpose sepuasnya.
4. ArtJog, Jogja Nasional Museum
Anda menyukai seni? Artjog adalah jawabannya.
Namun, gelaran tahunan ini tidak setiap bulan diadakan, hanya di bulan tertentu, seperti Juli dan Agustus.
Di sini, pengunjung dapat menikmati sejumlah karya seni yang dibuat dengan tema tertentu.
Harga tiketnya masuknya berkisar di harga Rp 50 Ribu, namun Anda boleh sepuasnya mengamati seni-seni yang terpampang di setiap sudut Jogja National Museum (JNM) itu.
Jangan lupa, gunakan busana terbaik agar hasil foto di Artjog bisa memenuhi Instagram kalian. Tidak lupa, jika mengambil foto dengan salah satu karya, Anda perlu berhati-hati agar tidak merusaknya.
5. Sekaten
Biasanya, baik para pengunjung dan warga lokal Yogyakarta pasti menunggu pergelaran Sekaten.
Selain diisi stan kuliner, Sekaten juga memberikan nuansa keakraban masyarakat Jawa, seperti yang terjadi ratusan tahun silam ketika teknologi belum menjamah kehidupan.
Tempatnya memang di Alun-Alun Utara yang cukup luas, namun karena banyaknya pengunjung yang hadir, jalanan jadi terasa sempit. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Sekaten, luangkan waktu di bulan November dan Desember.
Di Sekaten ini juga biasanya menjadi andalan para pemburu foto unik. Hal ini dikarenakan ada sebuah bianglala yang lampunya cukup indah dilihat.
Adapula tong setan yang meriah, mampu menarik perhatian pengunjung. ( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )