Gunungkidul

Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul Dorong Nelayan untuk Meminjam Modal ke Koperasi

Pihaknya pernah memberikan bantuan modal, namun bantuan tersebut justru tidak dikembalikan oleh para nelayan.

Dinas Perikanan dan Kelautan Gunungkidul Dorong Nelayan untuk Meminjam Modal ke Koperasi
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Nelayan pantai sadeng saat sebelum melaut, Kamis (22/8/2019) 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul kesulitan mengatasi nelayan yang meminjam modal untuk biaya operasional kepada tengkulak, yang mengakibatkan harga jual ikan dipermainkan oleh para tengkulak.

Hal tersebut diutarakan oleh, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, DKP Gunungkidul Purnomo Sulistyohadi saat dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (23/8/2019).

"Kebanyakan dari nelayan seperti itu mereka tidak memiliki modal untuk biaya operasional, modal tersebut selain untuk membeli bahan bakar juga dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makan," ucapnya.

Tak Punya Modal Beli BBM untuk Melaut, Nelayan di Gunungkidul Terjerat Utang Tengkulak

Pihaknya pernah memberikan bantuan modal, namun bantuan tersebut justru tidak dikembalikan oleh para nelayan.

Menurutnya banyaknya nelayan yang tidak asli Gunungkidul membuat proses penagihan uang pinjaman menjadi sulit.

"Pernah dulu diberi pinjaman tetapi malah tidak kembali. Disana sudah ada koperasi kami mendorong untuk para nelayan meminjam modal lewat koperasi, karena jika meminjam melalui bank konvensional mereka (nelayan) harus meninggalkan jaminan," katanya.

Dari koperasi tersebut nantinya para nelayan dapat meminjam modal sehingga harga ikan hasil tangkapannya tidak dipermainkan oleh para tengkulak.

"Anggota koperasi kan tidak hanya nelayan saja tetapi di dalamnya juga ada tengkulak," imbuhnya.

Nelayan Hutang ke Tengkulak, Harga Ikan Dipermainkan

Namun dalam pengembangan koperasi tersebut pihaknya kesulitan dalam memantau kinerja koperasi karena belum terpehuninya Sumber Daya daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved