Breaking News:

Pengakuan Pemain Jathilan Jika Kesurupan Makan Beling dan Penjelasannya Secara Medis

benarkah para pemain jathilan itu kesurupan karena dirasuki roh halus? Bagaimana rasanya jika berada dalam kondisi kesurupan? Begini penjelasannya

TRIBUNjogja.com | Bramasto Adhy
ILUSTRASI - Atraksi budaya kesenian Jathilan yang pentas dalam acara ini adalah Ngesti Budoyo dari Kebonharjo Samigaluh Kulonprogo 

Kejadian kesurupan dalam keilmuan adalah proses self hypnosis atau menghipnotis diri sendiri dan terjadi saat fase subconscious atau tidur tapi tidak dalam.
"Untuk mengatasi hal itu, bisa dilakukan dengan memberikan obat agar dia tidur lebih dalam atau tidur nyenyak," katanya kepada Tribun Jogja, Jumat (3/11/2017).

Dr Carla melanjutkan, kesurupan terjadi karena fase subconscious terbuka dan memori yang tidak ingin kita ingat akhirnya keluar.

Mereka yang bisa mengalami kesurupan adalah orang yang mudah tersugesti sehingga mengalami proses self hypnosis atau kesurupan.

Dalam kasus ini, seseorang dapat kesurupan atau menghipnotis diri sendiri, karena sebelumnya telah mendapat sugesti.

Mereka pernah ditakuti-takuti atau ada peristiwa tertentu yang mengingatkan pada hal-hal yang menakutkan.

"Bisa jadi, kasus kesurupan di salah satu sekolah di Yogyakarta itu terjadi karena salah satu atau beberapa siswa pernah ditakut-takuti. Akhirnya mereka was-was ketika misal ada pohon ditebang. Mereka takut dan berpikiran, bagaimana kalau penunggu di pohon itu pindah atau marah," paparnya.

Terjadinya kesurupan masal, terangnya, biasanya dialami oleh perempuan.

Hal itu karena dari sisi psikologis mereka gampang tersugesti, gampang ditakuti dan cemas.

Ketika ada anak perempuan teriak, maka akan menular ke anak perempuan lain.

Selain berteriak, terkadang mereka juga bisa menjadi seperti orang lain, atau menyerupai hewan, ada juga yang mengeluarkan suara yang seperti bukan suaranya.

Self hypnosis juga bisa muncul ketika seseorang mendengar irama-irama ritmis, misalnya dengan mendengar alunan jathilan, atau ketika orang berzikir.

Irama itu membuat orang mengantuk dan akhirnya tersugesti dalam kondisi subconscious.

"Maka dari itu, untuk menghindari kasus ini, jangan menakuti-nakuti anak-anak. Berilah mereka kekuatan untuk percaya kepeda Tuhan. Jangan takuti mereka dengan hal mistis dan yakinkan mereka bahwa hal itu tidak ada," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved