Sleman

Kisah Ngatiman, Petani Cabai yang Bercocok Tanam di Tengah Naik Turunnya Harga Cabai

Menurutnya kasih sayang kepada tanaman seperti itu akan mempengaruhi hasil panenan nantinya.

Kisah Ngatiman, Petani Cabai yang Bercocok Tanam di Tengah Naik Turunnya Harga Cabai
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Ngatiman (77) sedang menyirami tanaman cabai kepunyaannya, Rabu (21/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Terik dan panasnya mentari di penghujung senja menjadi teman tak terpisahkan dari sosok petani yang satu ini.

Nampak peluh bercucuran membasahi tangan dan muka.

Sembari tertatih membawa air dalam ember, seorang petani yang berada di Dusun Ketingan, Mlati, Sleman ini meniti asa untuk meraih hasil yang maksimal dari tanaman cabainya.

Petani yang mengenalkan dirinya dengan nama Ngatiman (77) ini, setiap harinya bergelut dengan panasnya matahari di pagi dan sore hari.

Ini semua demi kelangsungan hidup tanaman yang menyokong kehidupannya sehari-hari.

Memang tampak jelas terlihat tanaman cabai kepunyaannya subur dan sehat.

Harga Cabai di Pasar Beringharjo Yogyakarta Mulai Berangsur Turun

Ditengah harga cabai yang saat ini terbilang cukup tinggi, bukan menjadi hal yang mengesankan baginya.

Banyak permasalahan yang dihadapi, namun kebanyakan orang tidak mengetahui apa yang dialami hingga cabai dapat dipanen.

Hal yang paling terasa buatnya, terlebih dimusim kemarau yakni susahnya air untuk menyokong kehidupan tanaman cabai kepunyaannya.

"Setiap pagi dan sore harus siram tanaman. Pake dua ember ini," katanya kepada tribunjogja.com

Halaman
12
Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved