Bantul

Jaga Populasi Ternak Pasca Iduladha, Pemkab Bantul Andalkan SIWAB dan KIWAB

DPPKP Bantul mengandalkan program sapi indukan wajib bunting (SIWAB) dan kambing indukan wajib bunting (KIWAB).

Jaga Populasi Ternak Pasca Iduladha, Pemkab Bantul Andalkan SIWAB dan KIWAB
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan Kelautan Perikanan (DPPKP) Joko Waluyo 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pasca Iduladha, untuk menjaga populasi hewan ternak sapi dan kambing, pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian Pangan Kelautan Perikanan (DPPKP) mengandalkan program sapi indukan wajib bunting (SIWAB) dan kambing indukan wajib bunting (KIWAB).

Data terakhir sensus pada Februari-Maret ada 60.544 sapi di Kabupaten Bantul.

"Itu real data dari rumah ke rumah. Tapi populasi kita kebanyakan sapi betina. Karena peternak Bantul polanya pembibitan, tidak pola penggemukan, karena masih ternak skala kecil," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPPKP, Joko Waluyo pada Tribunjogja.com.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Dari total populasi sapi, 70 persennya merupakan sapi betina.

Berdasar undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang pelarangan pemotongan, kata Joko sapi betina produktif termasuk yang tidak boleh dipotong.

Maka, untuk mencukupi kebutuhan di RPH maupun saat Iduladha, peternak juga masih mendatangkan dari luar Kabupaten Bantul bahkan luar DIY.

Upaya SIWAB juga masih dilakukan. Selama tiga tahun terkahir, hasil SIWAB di Bantul cukup baik.

"Target 2019 ada 27.000 ekor, tapi Juli kemarin sudah 22.700 hanya kurang 4.000 SIWAB. Terget kebuntingan dari 27.000 ekor, Juli kemarin sudah ada 14.960 ekor, masih ada 12.000. Dari target kebuntingan, target kelahirannya 15.000, tapi Juli sudah 9.600 ekor. Insyaallah semua target akan tercapai," urai Joko.

Namun ternyata, meski ada SIWAB populasi sapi masih fluktuatif karena ada juga peternak yang menjual atau memotong hasil ternaknya untuk keperluan lain.

Peternak Sleman Bahagia Sapi Ternaknya Dibeli Presiden Jokowi untuk Iduladha

"Penambahan itu tidak menambah populasi, karena yang besar dipotong karena rata-rata pedhet umur 5-6 bulan dijual untuk biaya kuliah atau beli motor. Maka sifatnya fluktuatif," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved