Pendidikan

Dewan Pendidikan DIY : Masyarakat Juga Harus Awasi Siswa Membolos

Sampai saat ini masih ditemukan anak-anak usia SMA yang membolos maupun beraktivitas di luar kelas di jam pelajaran.

Dewan Pendidikan DIY : Masyarakat Juga Harus Awasi Siswa Membolos
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Dewan Pendidikan DIY, Danisworo mengatakan, untuk mengatasi siswa-siswi yang membolos di jam pelajaran, memang harus dilakukan oleh semua pihak, baik dari sekolah, orangtua maupun masyarakat.

Danis tidak menafikan jika sampai saat ini masih ditemukan anak-anak usia SMA yang membolos maupun beraktivitas di luar kelas di jam pelajaran.

"Jadi memang harus pengawasan dari sekolah, tapi kan itu hanya bisa dilakukan di dalam sekolah. Kalau sudah di luar sekolah, guru sudah tidak mungkin. Orangtua harus juga mengawasi," terangnya pada Tribunjogja.com.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Selain sekolah dan orangtua, masyarakat yang melihat anak membolos di jam pelajaran juga harus ikut berpartisipasi, yang mana ketika masyarakat melihat ada yang membolos maka harus segera melaporkan ke pihak sekolah.

"Masyarakat yang peduli pendidikan kalau melihat anak SMA masih pakai seragam harus segera lapor. Dari seragamnya kan ketahuan dia dari mana. Yang paling aman memang dilaporkan ke sekolah, agar sekolah bisa memberikan sanksi sesuai pelanggaran. Tapi kadang memang masyarakat kita acuh, kalau itu tidak menyangkut keluarganya sendiri. Itulah yang harus kita benahi," ungkapnya.

Mengenai banyak ditemukannya anak-anak yang membolos di warung, hotspot area, maupun warung internet, Danis menyebutkan jika pemilik tempat harus tegas kepada anak-anak yang membolos tersebut.

Bahkan, Danis meminta agar pemilik tempat dengan kesadarannya melaporkan anak tersebut kepada pihak sekolah.

Enam Bulan, Membina 31 Pelajar Bolos

Selain itu, dari sekolah juga harusnya menandai tempat-tempat mana yang sering digunakan untuk membolos siswa-siswinya, kemudian berkerjasama dengan pemilik tempat agar melapor ketika ada yang membolos.

"Sekolah-sekolah yang sudah pernah dilaporin bahwa murid-muridnya pada jam tertentu sering di warung ini, mungkin dari pihak sekolah menghubungi pada warung itu, karena kalau yang mengingatkan itu dari gurunya mungkin lebih tegas. Kalau di negara maju, ada yang membolos, maka bisa ditangkap pihak kepolisian," katanya.

Danis menerangkan, masa depan anak-anak usia sekolah sangat tergantung kepada apa yang dilakukan saat ini.

Menurutnya membolos tidak akan menguntungkan bagi diri sendiri.

"Masa depan kalian itu sangat tergantung pada saat sekarang, saat mengikuti pendidikan. Walaupun sekarang itu ada orang yang tidak sekolah tapi memiliki kemampuan tersendiri. Itu kasus sangat jarang, dan terjadi 1 dibandingkan jutaan orang. Makanya saya minta pergunakanlah waktu kalian sebaik mungkin," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved