Breaking News:

Berita PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta dan Mimpi Besar Bambang Susanto

PSIM Yogyakarta dan Mimpi Besar Bambang Susanto PSIM Yogyakarta dan Mimpi Besar Bambang Susanto

TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto (kiri) didampingi pelatih, Aji Santoso (kanan) memperkenalkan Sutanto Tan sebagai rekrutan anyar di bursa transfer paruh kompetisi Liga 2 2019. 

CEO PSIM Yogyakarta Bambang Susanto memiliki mimpi besar untuk menjadikan Laskar Mataram jadi kiblat sepakbola di Indonesia

TRIBUNJOGJA.COM - Tak dipungkiri, dalam beberapa tahun terakhir PSIM lekat dengan status sebagai klub yang bermasalah dengan finansial.

Puncaknya ialah musim kompetisi tahun lalu, kala Laskar Mataram terpaksa memulai petualangan di Liga 2 2018 lalu berbekal sanksi pengurangan 9 poin imbas dari tunggakan gaji terhadap trio pemain Belanda di Divisi Utama 2011-2012, Emile Linkers, Kristian Adelmund, dan Lorenzo Rimkus.

Namun kini, PSIM mulai bergeliat. Kedatangan Bambang Susanto, yang kini bertitel CEO dari PT. PSIM Jaya, mengubah peruntungan bagi tim ini.

Pengusaha asal Semarang itu menghidupkan asa dan juga suntikan dana yang membuat tim berkostum parang biru ini menjelma jadi salah satu kandidat peraih tiket promosi ke Liga 1 2020 mendatang.

PSIM Yogyakarta Vs Persiba Balikpapan : Tekan Kebocoran Pasang CCTV dan Razia Tiket Gelang

Masuknya Bambang Susanto tidak seketika, karena sudah melewati proses yang cukup panjang.

Ia tertarik mengelola PSIM sebab memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola Indonesia.

"Saya melihat industri sepak bola saat ini dan ke depan akan maju, termasuk di Indonesia. Istimewanya, PSIM ini klub yang punya sejarah panjang di pentas sepak bola nasional," kata Bambang kepada Tribunjogja.com, beberapa waktu lalu.

Tak hanya mendatangkan arsitek tim sarat pengalaman dan skuat bertabur bintang, Bambang pun memiliki mimpi besar untuk mengelola dan mengkapitalisasi semua aset agar tim tertua di DIY ini jadi kiblat tim profesional di Indonesia.

"Saya dan Pak Pieter Tanuri (pemilik Bali United) teman, dengan semua pun kami berteman karena berkecimpung di dunia bisnis yang sama. Saya pun belajar mengelola sepak bola dari beliau dan ini sangat menarik," kata Bambang.

Sudah Rekrut 7 Pemain Baru, PSIM Yogyakarta Masih Incar Pemain Jebolan Liga 1 Lagi

Guna mewujudkan mimpi besarnya, pihaknya terus mengupayakan untuk dapat mengelola Stadion Mandala Krida.

Nantinya, stadion yang baru rampung direnovasi ini bakal menjadi pusat ekonomi untuk mendukung finansial klub.

Di stadion yang terletak di pusat Kota Yogya ini, bakal dibangun megastore yang menyediakan merchandise klub di dalamnya, cafe, playland, dan juga museum PSIM.

PSIM Yogyakarta Rombak Skuat, Aji Santoso : Tanpa Perubahan, Persentase ke Liga 1 Sangat Kecil

"Kami mengampanyekan merchandise bukan hanya untuk dipakai, tapi untuk mendukung klub. Stadion juga tidak hanya sepak bola, tapi sportainment. Kami akan mengarah ke sana. Meningkatkan stadion menjadi kebanggaan tidak hanya PSIM tapi juga Jogja dan nasional. Menjadi destinasi wisata, museum, turis bisa datang. Akan terus ada kegiatan di luar pertandingan. Arahnya ke sana," ungkap Bambang.

Ia menargetkan, tahun ini PSIM bisa segera mendapat restu untuk mengelola penuh Stadion Mandala Krida. Mengenai durasi pengelolaan yang diajukan, Bambang berharap diizinkan hingga 10 tahun.

"Investasinya memang besar. Kalau durasinya pendek investasinya belum jalan. Kalau kami tentu targetnya selama mungkin di PSIM, tidak hanya setahun-dua tahun. Mudah-mudahan tahun ini. Sebab apapun yang kami lakukan, tentu dapat meningkatkan pendapatan daerah," harapnya. (Tribunjogja I Hanif Suryo)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved