Kulon Progo

Pedagang Pantai Glagah Bakal Direlokasi ke Timur

Sebuah petak lokasi khusus akan disiapkan untuk menampung para pedagang sementara waktu saat penataan dilakukan nanti.

Pedagang Pantai Glagah Bakal Direlokasi ke Timur
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Ilustrasi: Seorang pemancing berjalan di tepian Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulon Progo, belum lama ini. Selain untuk wisata, pantai tersebut juga termasuk lokasi favorit untuk memancing ikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menseriusi programnya untuk penataan kawasan wisata Pantai Glagah di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon.

Sebuah petak lokasi khusus akan disiapkan untuk menampung para pedagang sementara waktu saat penataan dilakukan nanti.

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Niken Probo Laras mengatakan hal itu sudah dirapatkan oleh Pemkab.

Para pedagang yang saat ini ada di kawasan wisata pantai tersebut akan direlokasi sementara waktu ke areal perkemahan (camping ground) atau dekat dermaga wisata di sisi timur.

Simpang Empat Glagah Kena Proyek JJLS, Pasar Tradisional Bakal Direlokasi

"Pembangunan tempat relokasi sementara akan menggunakan anggaran A{BD Perubahan 2019 dan akan segera dilelang dalam waktu dekat,"kata Niken, Selasa (20/8/2019).

Pemkab Kulon Progo memang proyeksikan Pantai Glagah bisa ditata menjadi pantai berkelas dan bertaraf internasional lantaran lokasinya sangat dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Perwajahan obyek wisata itu akan dirombak total dan disulap menjadi destinasi wisata air dan kuliner baru berkelas internasional.

Dalam Detailed Engineering Design (DED) yang telah disusun, Dinpar Kulon Progo memfokuskan pengembangan pada area sekitar laguna dan sisi timur kawasan pantai tersebut yang saat ini juga menjadi titik utama keramaian wisatawan.

Sedangkan lahan di sisi barat akan digunakan sebagai green barrier bagi NYIA dengan menjadi kawasan hutan cemara udang.

Menyangkut penolakan dari para pedagang dan pelaku wisata Pantai Glagah yang muncul belakangan ini atas rencana penataan tersebut, Niken mengatakan pihaknya tetap akan membuka ruang dialog bagi masyarakat.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved