Yogyakarta

Gelar Forum di Yogya, Kemenpora RI : Pengelolaan Organisasi Olahraga Masih Monoton

Kemenpora RI berupaya memperbaiki pengelolaan organisasi olahraga tanah air yang sejauh ini dinilai belum optimal.

Gelar Forum di Yogya, Kemenpora RI : Pengelolaan Organisasi Olahraga Masih Monoton
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Narasumber bersama para peserta di sela forum "Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional dan Prestasi" yang digagas Kemenpora RI, di Ros-In Hotel, Yogyakarta, Senin (20/8/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengelolaan organisasi olahraga tanah air sejauh ini dinilai belum optimal.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pun berupaya memperbaikinya, melalui sebuah forum di Ros-In Hotel, Yogyakarta, Senin (20/8/2019) malam.

Mengusung tajuk "Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional, Profesional dan Prestasi", agenda tersebut diikuti oleh 100 peserta, yang berasal dari Pengurus Daerah (Pengda) cabang olahraga di seluruh DIY.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Di samping itu, perwakilan dari beberapa organisasi yang berkaitan dengan olahraga, seperti MGMP Guru Olahraga, NPC, Forturin, Soinah, Bapopsi dan Bapomi, juga turut ambil bagian dalam forum yang berlangsung hingga Rabu (21/8/2019) siang tersebut.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI, Yuni Poerwanti mengatakan, lewat forum semacam ini, pihaknya berharap, akan muncul effort lebih pada sumber daya yang terjun langsung dalam pengelolaan organisasi olahraga tersebut.

"Kita harus keluar dari zona-zona monoton, supaya punya dinamisasi dalam mengelola organisasi ini, agar lebih hidup, lebih bergairah dan lebih beraksi lagi secara nyata," tegasnya.

Ia pun berujar, jika dikelola dengan sistem monoton, prestasi olahraga Indonesia dipastikan jalan di tempat.

Bentuk Tim Khusus, Kemenpora Gelar Kajian eSport di Yogyakarta

Hal tersebut, berkaitan juga dengan sistem pembibitan di tingkat sekolah, yang belum benar-benar diwajibkan memberi pelajaran olahraga kepada murid.

"Seharusnya, pembibitan benar-benar mulai dari peserta didik dan hukumnya wajib. Tapi, di sekolah itu, kadang olahraga masih jadi pilihan. Monoton kan itu, olahraga itu wajib dilakukan siapapun," ujarnya. 

Tidak berhenti di situ, ia juga menilai, pengelolaan monoton juga masih dijumpai dalam penyelenggaraan kompetisi yang dianggapnya masih sangat terbatas.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved