Bantul

Warga Nawungan II Bantul Kesulitan Air Bersih Setiap Musim Kemarau

Sudah dua tahun terakhir, setiap datang musim kemarau, air di Padukuhan Nawungan II Desa Selopamioro, Imogiri menjadi barang amat langka.

Warga Nawungan II Bantul Kesulitan Air Bersih Setiap Musim Kemarau
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga Nawungan II Desa Selopamioro kecamatan Imogiri Bantul antre mengambil bantuan dropping air bersih, Senin (19/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sudah dua bulan terakhir, semenjak datang musim kemarau, Suparni tiap malam terpaksa harus bangun dari lelap tidurnya.

Perempuan 49 tahun itu bangun dari peraduan, hanya untuk memutar kran air, memastikan apakah air sudah mengalir atau belum.

"Jam satu, jam dua malam. Saya bangun tidur cuma muter kran. Jangan-jangan air sudah mengalir. Tapi ternyata mati. Ini sudah terjadi dua sampai tiga bulan ini. Semenjak kemarau," keluhnya kepada Tribunjogja.com, Senin (19/8/2019).

Suparni, sudah puluhan tahun, tepatnya sejak tahun 2006 silam selalu mengandalkan kebutuhan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) Kabupaten Bantul.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Ia berlangganan karena pada awalnya air berjalan lancar, bisa mengalir setiap saat setiap waktu.

Namun sudah dua tahun terakhir, setiap datang musim kemarau, air di Padukuhan Nawungan II Desa Selopamioro, Imogiri menjadi barang amat langka. 

Padukuhan yang terletak di ujung tenggara dan berbatasan dengan Gunungkidul itu dihuni oleh 167 kepala keluarga.

Sebanyak 104 di antaranya berlangganan PDAM Bantul.

Musim kemarau seperti sekarang ini, hampir mayoritas keluhan mereka sama seperti apa yang disampaikan Suparni.

Air "macet", alias jarang mengalir.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved