Yogyakarta

Semakin Langka, POCIL Ingin Budaya Bersepeda di Yogya Kembali Hidup

berkomunitas sepeda tidak hanya sekedar mendekatkan hubungan satu sama lain lantaran kesamaan minat, tetapi juga ada manfaat kesehatan.

Semakin Langka, POCIL Ingin Budaya Bersepeda di Yogya Kembali Hidup
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ketua Paguyuban Onthel Cibuk Lor (POCIL) Ngadiyono bersama sepeda Onthel miliknya 

"Bersepeda membuat hidup lebih sehat dan ramah lingkungan, karena tidak pakai mesin sama sekali," ujar Ngadiyono.

Seorang anggotanya, Suwarjono juga menyatakan pendapat serupa.

Ratusan Penari Soreng dari Kabupaten Magelang Pukau Ribuan Pasang Mata di Istana Negara

Bersepeda membuat tubuhnya terasa lebih bugar, apalagi saat ini umurnya tidak lagi muda.

Selain itu, ia juga bisa menjadi agen pelestari budaya sepeda Onthel, yang mana sempat menjadi ciri khas warga DIY selama berdekade di masa lalu.

"Tugas kami yang nguri-nguri budaya, apalagi sepeda Onthel bisa dikatakan sudah cukup lama tidak terangkat lagi," kata pria yang bergabung sejak POCIL resmi didirikan.

Baik Ngadiyono dan Suwarjono mengutarakan keinginan yang sama; komunitas yang mereka bangun mampu bertahan lama dan memiliki regenerasi.

Itu sebabnya, meski komunitas dibuat untuk warga Cibuk Lor, mereka terbuka bagi semua orang yang tertarik bergabung.

Tidak hanya anak muda yang jadi target utama, tetapi mereka yang berasal dari luar daerah.

Keberadaan mereka tentu sangat penting sebagai agen pelestari budaya lokal yang semakin lama semakin tenggelam, dan kembali menghidupkan fungsi sepeda yang sebenarnya.

"Saya jujur ingin sepeda kembali seperti dulu, berfungsi sebagai transportasi umum bagi publik," ujar Ngadiyono.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved