Liga 1 2019

Laga Berat PSS Sleman Tantang Tira Persikabo

Tim berjuluk Super Elang Jawa dipastikan merumput tanpa diperkuat empat pemain inti akibat akumulasi kartu kuning.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
daily.jstor.org
ilustrasi sepakbola 

TRIBUNJOGJA.COM - PSS Sleman dihadapkan pada situasi sulit saat menantang Tira Persikabo dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan ke-15 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (19/8/2019) besok.

Tim berjuluk Super Elang Jawa dipastikan merumput tanpa diperkuat empat pemain inti akibat akumulasi kartu kuning.

Empat pemain tersebut yakni, Brian Ferreira, Guilherme Batata, Alfonso de la Cruz dan Asyraq Gufran Rachmadhan.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Super Elang Jawa memboyong 18 pemain sekaligus untuk menatap laga tersebut.

Namun, dari 18 nama tersebut tidak tertera nama center back kawakan Purwaka Yudhi.

Ikhwan Ciptady Muhammad menjadi satu-satunya center back yang dibawa kala bersua Tira Persikabo.

"Kami bawa 18 pemain karena hanya itu yang tersisa. Banyak dari pemain kami yang cedera dan empat pemain akumulasi, jadi hanya ini yang tersisa," ujar Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro saat jumpa pers, Minggu (18/8/2019).

Tira Persikabo vs PSS Sleman Seto Nurdiyantoro Waspadai Kolektivitas Lawan

Seto juga membeberkan dari 18 nama tersebut, ada sejumlah pemain mengaku masih mengalami cedera, namun tetap dipaksakan untuk dibawa ke Bogor.

"Namun ada juga beberapa yang kondisinya kurang bagus namun tetap kita bawa. Karena jumlahnya memang sedikit jadi tetap kita bawa. Itu masalah bagi kami," ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

Meskipun tampil tanpa kekuatan penuh kontra Laskar Pajajaran, Seto tetap berharap pemainnya bisa tampil enjoy dan mencuri poin pada laga tersebut.

"Tapi harapannya pemain bisa tampil lebih enjoy dengan bagaimanapun kondisi yang ada," jelasnya.

Melawat ke Markas Tira Persikabo, PSS Sleman Boyong 18 Pemain

Sementara itu, Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, mengaku meski PSS Sleman tampil tanpa kekuatan penuh, dia tetap mewaspadai kedinamisan permainan dari PSS Sleman.

"Intinya kita sangat respek terhadap Sleman. Ini merupakan pertandingan yang tidak mudah bagi kita besok. Sleman datang dengan taktik yang selalu dinamis," ujarnya.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu juga memuji setiap strategi yang peragakan oleh Seto Nurdiyantoro saat menjalani Liga 1 musim ini.

"Semua itu tidak terlepas dari kecerdikan coach Seto. Dia meski pendiam tapi ngletem. Orang jawa bilang diam tapi ngeletem," paparnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved