Amalan Mendoakan Saudara dan Tata Cara Berdoa

Mendoakan orang lain juga menjadi pahala bagi orang lain dan diri kita sendiri. Selain itu mendoakan orang lain adalah doa mustajab(dapat terkabulkan)

Tayang:
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Mona Kriesdinar
reuters.com
reuters.com, Amalan Mendoakan Saudara dan Tata Cara Berdoa 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri

TRIBUNJOGJA.COM - Doa merupakan salah satu ibadah yang dilakukan umat muslim.

Banyak sekali bacaan doa sebelum melakukan aktivitas maupun ketika melakukan ibadah salat.

Doa menjadi penenang ketika kita dalam keadaan sedih dan gelisah.

Bacalah Doa Ini Ketika Merasa Sedih dan Galau

Dengan berdoa kita juga mendapat pahala dan kebaikan.

Mendoakan orang lain juga menjadi pahala bagi orang lain dan diri kita sendiri. Selain itu mendoakan orang lain adalah doa mustajab (dapat terkabulkan).

Bacaan Doa Ketika Berulang Tahun Agar Panjang Umur dan Banyak Rezeki

Mengutip dari Rumaysho.com, dari Shafwan bin ‘Abdillah bin Shafwan–istrinya adalah Ad-Darda’ binti Abid Darda’, beliau mengatakan,

“Aku tiba di negeri Syam. Kemudian saya bertemu dengan Ummu Ad-Darda’ (ibu mertua Shafwan, pen) di rumah. Namun, saya tidak bertemu dengan Abu Ad-Darda’ (bapak mertua Shafwan, pen). Ummu Ad-Darda’ berkata, “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku (Shafwan) berkata, “Iya.”

Kumpulan Doa Aktivitas Sehari-hari

Ummu Darda’ pun mengatakan, “Kalau begitu doakanlah kebaikan pada kami karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya : “Sesungguhnya doa seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan).

Shafwan pun mengatakan, “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi.

Bacaan Doa Sebelum Tidur Agar Terhindar dari Gangguan Setan

Abu Darda’ mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim, no. 2733)

Ketika mendoakan saudara, keluarga, teman dan orang lain, malaikat juga mengaminkan doa yang kita panjatkan.

Mendoakan kebaikan untuk saudara, malaikat akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”

Sebagai umat muslim terkadang kita sering berdoa untuk meraih sesuatu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Artinya : “Doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan, selama dia berdo’a bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturahim dan selama dia tidak tergesa-gesa dalam berdo’a. Kemudian seseorang bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?’ Kemudian Rasulullah menjawab, yaitu seseorang yang berkata, ‘Sungguh aku telah berdo’a dan berdo’a, namun tak juga aku melihat do’aku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan do’a tersebut.” (HR. Muslim, no. 2735)

Sebagai umat muslim, doa adalah sebauh harapan untuk meraih sesuatu. Namun, seringkali kita merasa bahwa doa kita tidak dikabulkan. Berdoa, berusaha dan semangat untuk menjalani sesuatu hal akan dimudahkan oleh Allah S.W.T.

Ada beberapa cara supaya doa yang dilafalkan dapat terkabulkan. Berikut beberapa adab berdoa dikutip dari Rumaysho.com :

  1. Percaya kepada Allah S.W.T untuk mengabulkan doa.
  2. Memilih waktu yang tepat untuk berdoa.
  3. Selalu merasa membutuhkan Allah.
  4. Menghadap kiblat.
  5. Berdoa dalam keadaan suci.
  6. Mengangkat tangan ketika memulai berdoa.
  7. Mendahulukan bacaan taubat dan istigfar. Seperti doa Nabi Yunus ‘alaihis salam yang mengakui kezalimannya terlebih dahulu: LAA ILAAHA ILLAA ANTA SUBHAANAKA INNII KUNTU MINAZH ZHAALIMIIN (Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang berbuat aniaya).
  8. Meminta doa dengan pengharapan yang besar dan rasa takut.
  9. Bertawassul dengan nama dan sifat Allah.
  10. Mendahului doa dengan sedekah.
  11. Memilih doa yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(*)

(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved