Kota Yogyakarta

Perwal Gandhes Luwes untuk Menanamkan Nilai

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa tujuan diterbitkan Perwal Gandhes Luwes adalah untuk mempertemukan seluruh OPD untuk membu

Perwal Gandhes Luwes untuk Menanamkan Nilai
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa tujuan diterbitkan Perwal Gandhes Luwes adalah untuk mempertemukan seluruh OPD untuk membuat Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai implementasi program tersebut.

"Kita akan mempertemukan semua OPD. Mulai dari Dinas Pendidikan, PU, Tata Ruang, dan lain-lain. Pelaksanaannya sebagian besar semua OPD," urainya, belum lama ini.

Prestasi Yogyakarta untuk Indonesia

Heroe mengatakan, tidak hanya fisik tapi juga nilai kegotongroyongan dan budaya yang berusaha dikuatkan melalui Perwal Gandhes Luwes tersebut.

Sementara itu untuk penataan fisik, ia menyebut soal fisik arsitektur desain fasat di Malioboro hingga wisatawan benar-benar bisa merasakan suasana Yogya.

"Penataan Malioboro saat ini menyeluruh. Menata fasat. Kita belum selesai. Ada perbincangan dengan provinsi yakni SK tentang fasat apakah Walikota dan Gubernur. Kalau Walikota hanya di kota kalau Gubernur menjangkau perbatasan. Sifatnya bagaimana membangun aura kultur," terangnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Yogyakarta menerbitkan Peratuwan Walikota (Perwal) 60 tahun 2019 tentang Gandhes Luwes.

Pada pasal 6 ayat 4 huruf a disebutkan bahwa di bidang pendidikan ada standar kompetensi siswa terkait penguasaan seni budaya di bidang pendidikan.

Pemkot Yogya Wajibkan Siswa SD-SMP Kuasai Kompetensi Seni Budaya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori menjelaskan bahwa di seluruh SD dan SMP di Kota Yogyakarta, saat ini sudah mengajarkan kepada siswa terkait seni dan budaya.

"Kita ada muatan lokal dan ektrakurikuler yakni Bahasa Jawa, membatik, menari, karawitan, gamelan, dan sebagainya. Kalau sesuai dengan Perwal, nanti akan kita koordinasikan lagi," ujarnya.

Budi menjelaskan, Perwal tersebut akan diimplementasikan pada SD dan SMP terlebih dahulu.

Sebagai gambaran, ia mencontohkan bila nanti akan ada kompetensi yang harus dikuasi anak di tiap jenjang berbeda.

"Misalkan kelas 1 SD penguasaannya apa, lalu kelas 2 SD apa. Modelnya yakni tambahan untuk anak-anak di Kota Yogya," bebernya.

Meski demikian, Budi mengatakan penerapannya tidak dilakukan tahun ini mengingat kalender akademik sudah berjalan untuk semester ini.

"Pemberlakuannya tidak di semester ini. Sesuai kalender akademik," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved