Yogyakarta

Prof Mukhtasor: Direksi Gonta-Ganti Sebabkan Target Produksi Pertamina Tak Tercapai Optimal

Mantan Dewan Energi Nasional Prof. Mukhtasor menyayangkan cepatnya direksi Pertamina berganti-ganti.

Prof Mukhtasor: Direksi Gonta-Ganti Sebabkan Target Produksi Pertamina Tak Tercapai Optimal
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Diskusi Publik Perpanjangan Migas di Fakultas Teknik Mineral UPNVYK, Jumat (16/08/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mantan Dewan Energi Nasional Prof. Mukhtasor menyayangkan cepatnya direksi Pertamina berganti-ganti.

Hal tersebut dianggap berpengaruh pada kinerja perusahaan.

Hal tersebut ia sampaikan usai mengisi acara Diskusi Publik di Fakultas Teknik Mineral UPNVYK, Jumat (16/08/2019) siang.

"Karena rotasinya yang cepat, jajaran direksi tidak lagi memikirkan hasil produksi, tetapi mengkhawatirkan nasibnya di perusahaan," kata Guru Besar ITS tersebut.

FTM UPNVY Gelar Diskusi Bersama Ahli, Jawab Isu Perpanjangan Blok Migas

Tidak hanya Pertamina, Mukhtasor juga menyebut kondisi serupa juga dialami oleh BUMN lainnya, salah satunya adalah Garuda Indonesia yang terus mengalami kerugian.

Pakar Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi pun mengatakan Pertamina saat ini sudah terlanjur nyaman dengan skema Cost Recovery.

Skema tersebut berarti biaya produksi Pertamina sepenuhnya masih bergantung pada APBN.

Menurutnya, solusi yang tepat untuk Pertamina adalah skema Gross Split.

Pada skema ini, Pertamina bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan kontraktor terkait biaya produksi, sehingga tidak bergantung sepenuhnya dengan APBN.

"Namun skema Gross Split ini banyak ditentang dan jadi bahan perdebatan," ujar Fahmy.

BREAKING NEWS : Area Proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Terbakar

Mukhtasor pun menyarankan agar Pertamina sebagai BUMN harus menata kembali pengelolaan manajemennya.

Termasuk memaksimalkan sumur-sumur eksplorasi migas yang sudah ada.

Ia pun berharap pemerintah pusat memberikan kebebasan lebih pada BUMN seperti Pertamina, agar pengembangan dan pencapaian targetnya bisa lebih maksimal.

"Pertamina membutuhkan Good Corporate Culture dan Good Corporate Governance," kata Mukhtasor.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved