Kulon Progo

Penataan Kawasan Pantai Selatan YIA, Pemilik Usaha Harus Kosongkan Lahan Maksimal 30 Oktober

Pemkab Kulon Progo kembali mengeluarkan ultimatum kepada para pelaku usaha di kawasan pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon.

Penataan Kawasan Pantai Selatan YIA, Pemilik Usaha Harus Kosongkan Lahan Maksimal 30 Oktober
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali mengeluarkan ultimatum kepada para pelaku usaha di kawasan pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon.

Ultimatum itu disampaikan dengan pemasangan banner dan pemberian surat peringatan kepada warga pemilik bangunan warung dan penginapan di kawasan Pantai Glagah, Kamis (15/8/2019).

Banner dan surat tersebut memberitahukan bahwa semua bangunan yang berada di selatan Bandara YIA agar segera dikosongkan atau dibongkar mandiri paling lambat 30 Oktober 2019.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Langkah Pemkab melalui Dinas Pariwisata dan Satpol PP itu tentu saja menuai respon dari warga yang menyatakan menolak cara sosialisasi pengosongan tersebut dan meminta ada pertemuan terlebih dulu antara warga dan Pemkab.

Penasehat Paguyuban Pondok Laguna Pantai Glagah yang menanungi pondok makan di kawasan tersebut, Subardi Wiyono mengatakan ada beberapa hal yang melatari penolakan warga.

Antara lain, pemasangan banner di beberapa titik kawasan objek wisata Pantai Glagah itu telah mencoreng citra para pelaku usaha setempat.

Ini menurutnya juga bisa menjadi blunder bagi Pemkab Kulon Progo yang menandakan tak becus mengurus warganya sendiri.

"Harusnya ada pendekatan lebih humanis. Kalau seperti ini dan dilihat orang dari daerah lain kan dianggapnya jelek juga,"kata Bardi.

Produksi Cabai Kulon Progo Tembus 150 Ton Per Hari

Selain itu, lanjut Bardi, rencana penataan kawasan juga belum jelas juntrungannya, terutama menyangkut lokasi bagi pelaku usaha.

Karena itu pihaknya dan pelaku usaha lain tidak menyetujui lantaran ada kekhawatiran bakal dipindah ke lokasi yang kurang strategis hingga mematikan usaha.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved