Gunungkidul

BREAKING NEWS: Kodim 0730 Gunungkidul Tutup Sementara Lokasi Tambang Batu Ilegal di Semin

Lokasi tambang sendiri berada di perbukitan sehingga ditakutkan saat hujan datang dapat terjadi longsor.

BREAKING NEWS: Kodim 0730 Gunungkidul Tutup Sementara Lokasi Tambang Batu Ilegal di Semin
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Noppy (Tengah) bersama personil TNI saat menutup lokasi tambang di Dusun Blembem, Kecamatan Semin, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinilai membahayakan masyarakat, Anggota Kodim 0730 Gunungkidul menutup tambang batu ilegal yang terletak di Dusun Blembeng, Desa Candirejo, Kecamatan Semin.

Lokasi tambang sendiri berada di perbukitan sehingga ditakutkan saat hujan datang dapat terjadi longsor dan berbahaya bagi masyarakat yang berada di bawah lokasi penambangan.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto mengatakan, sebelum melakukan penutupan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUP ESDM DIY.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Setelah kami koordinasi ternyata tambang batu di sini tidak memiliki izin. Setelah itu kami mendatangi dan memang masih ada kegiatan penambangan. Ini sangat berbahaya ketika hujan datang bisa seperti yang di Gedangsari," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi penambangan, Jumat (16/8/2019).

Sambung Noppy, pihaknya menutup tambang batu ini hingga urusan perizinan diselesaikan.

Izin penambangan berkaitan dengan Analisis dampak lingkungan, jika tidak ada izin maka tidak ada pengawasan.

Noppy menjelaskan luasan lahan tambang di Blembem seluas kurang lebih 2 hektar dan lokasi Dusun Blembem bukan masuk kedalam lokasi penambangan.

Ia juga mendapatkan informasi bahwa masyarakat sekitar mendapatkan kompensasi.

"Kalau besaran kompensasi kami tidak mengetahui berapa. Selain di sini juga kami juga menutup penambangan ilegal di Kecamatan Ngawen yang jumlahnya ada 2 lokasi," imbuhnya.

BPBD Gunungkidul Prediksikan Oktober Anggaran untuk Kekeringan Habis

Kepala Desa Candirejo, Agus Supriyadi mengatakan pihaknya telah memperingatkan para penambang namun peringatan tersebut tidak digubris oleh penambang.

"Saya sudah ingatkan beberapa kali tetapi tidak digubris, kalau saya jika ada sesuatu biar mereka yang menanggung. Lokasi tambang juga merupakan tanah pribadi jadi saya tidak tahu terkait dengan besaran kompensasi," katanya.

Dari pantauan Tribunjogja.com, masih ada satu alat berat yang ditinggalkan oleh penambang.

Di depan lokasi penambangan terdapat beberapa rumah, sedangkan jumlah rumah lebih banyak berada di bawah lokasi penambangan.

Jalanan menuju lokasi tambang juga rusak parah. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved