Tiser Koran

Kisah Perajin Reog dari Yogyakarta

Ganda, begitu ia biasa disapa memulai cerita kepada Tribun Jogja mengenai awal mula menekuni dunia seni.

Kisah Perajin Reog dari Yogyakarta
Tribun Jogja/Kurniatul Hidayah
Ganda Ambarwanto menunjukkan prakaryanya mulai dari koatum hingga topeng yang dibuatnya secara otodidak. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM -

Ganda Ambarwanto, pria keturunan Jawa Timur dan Yogyakarta saat ini dikenal sebagai perajin topeng dan kostum pertunjukan khas Jawa di Badran, Jetis, Yogyakarta. Bermodalkan keinginan yang kuat serta kegigihan belajar secara otodidak, kini karyanya tak hanya disukai warga sekitar, namun juga telah memikat hati warga Malaysia.

Ganda, begitu ia biasa disapa memulai cerita kepada Tribun Jogja mengenai awal mula menekuni dunia seni. Perlu keterampilan menjahit dan memahat untuk bisa melakoni profesinya saat ini. Kedua hal itu yang sama sekali tak ia miliki saat mengawali karirnya.

Ia mengaku, semua dicoba. Termasuk belajar secara otodidak untuk akhirnya bisa menelurkan banyak karya setelah lima tahun menggeluti dunia seni.

Butuh waktu 2 bulan untuk akhirnya ia memantapkan diri untuk menjual prakaryanya. Disinggung mengenai modal awal untuk memulai karirnya, ia mengaku lupa, tapi yang jelas secara nominal tidak bisa dibilang sedikit.

Adapun pemilihan kostum khas Jawa Timur yang mendominasi karyanya, lantaran sang Ibu berasal dari Jawa Timur. Beberapa teman dari sana juga membantunya untuk bisa membuat berbagai penunjang kesenian tradisional, sebut saja Reog Ponorogo.

"Kalau untuk topeng, kayu kami pakai kayu Pule untuk topeng ukuran kecil dan kayu Waru untuk topeng besar, misal saja Reog. Tidak ada kendala untuk ini," bebernya, kepada Tribun Jogja, Jumat (16/8).

Bahan baku yang menurutnya sulit adalah renda dan juga rambut ekor kuda. Pembelian renda di toko kain hanya bisa dipesan. Harganya juga fluktuatif. Hal ini yang membuat harga kostum yang full renda bisa dibandrol dari harga termurah yakni Rp 700ribu.

"Kalau ekor kuda ini dibutuhkan untuk topeng Patih Bujang Ganong. Paling susah rambut kuda putih. Satu topeng dengan rambut kuda putih, untuk rambutnya saja perlu modal Rp 700ribu dan nggak selalu ada. Kalau rambut kuda yang hitam hanya Rp 300ribu. Ini juga yang bikin mahal topeng ekor kuda putih mulai harga Rp 1,2 juta," bebernya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: hdy
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved