Kota Yogya

Hasil Sidak LPG 3 Kg di Kota Yogyakarta, Distribusi Salah Sasaran

Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan ditemukan bahwa seluruh pangkalan menjual LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hasil Sidak LPG 3 Kg di Kota Yogyakarta, Distribusi Salah Sasaran
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta saat melakukan sidak ke pangkalan, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta telah melakukan sidak lapangan terkait pengawasan distribusi LPG subsidi 3 Kilogram (Kg).

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan (Diseprindag) Kota Yogyakarta, Adhy Pradana menjelaskan bahwa hasil dari pengawasan tersebut adalah distribusi yang dilakukan selama ini telah salah sasaran.

"Kita sudah punya bahan, kalau memang benar peruntukkannya salah sasaran. Kita akan laporkan ke Migas (Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM)," ujarnya, ketika dihubungi Tribunjogja.com, Jumat (16/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Ia mengatakan bahwa sidak dilakukan Kamis (15/8/2019) dengan mendatangi pangkalan, agen, hingga rumah makan.

Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan ditemukan bahwa seluruh pangkalan menjual LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

HET berada di angka Rp 15.500 dan pihak pangkalan menjual kembali dengan rata-rata harga Rp 17 ribu.

"Ada empat pangkalan yang kami datangi. Sidak kami mulai dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli dengan membawa tabung gas kosong. Dari sana ketahuan harga jual yang sebenarnya. Kalau kita datang dan langsung menanyakan harga jual, mereka tidak akan mengaku. Dengan cara ini kami tahu berapa harga jual sebenarnya," urainya.

Adhy menjelaskan, harga jual di atas HET tersebut telah menyalahi peraturan yang ada.

Distribusi Elpiji 3 Kilogram di Kota Yogya Diperketat, Tahun Depan Dikonversi ke Bright Gas

Meski demikian pemilik pangkalan beralasan bahwa mereka perlu menaikkan harga untuk ongkos tenaga pengangkut gas.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved