Human Interest Story

Budi Anto, Sosok Penjaga Lingkungan dari Pantai Selatan Bantul

Sampah-sampah, terutama plastik di Gardu Action, disulap menjadi aneka kerajinan.

Budi Anto, Sosok Penjaga Lingkungan dari Pantai Selatan Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Pendiri sekaligus pengelola Gardu Action Parangkusumo, Budi Anto, sedang membuat kerajinan berbahan sampah botol plastik 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bantul, citra wisata Pantai Selatan sempat tercemar dengan banyaknya tumpukan sampah, terutama plastik di tepian pantai Parangkusumo, pada medio tahun 2015 silam.

Budi Anto, lelaki berusia 47 tahun, sadar betul akan hal itu.

Bapak dari tiga anak itu bersama jaringan Gardu Action bergerak mengampanyekan dan mengajak masyarakat peduli terhadap kelestarian lingkungan, dengan cara memerangi sampah.

Terutama sampah an-organik yang sulit terurai.

"Sampah saat ini sudah dalam kondisi urgent. Bukan hanya di Parangtritis-Parangkusumo saja, secara Nasional bahkan secara global. Sampah sudah mencapai titik kritis. Kalau kita tidak peduli dari sekarang, mau menunggu sampai kapan lagi," kata Budi Anto, mengungkapkan alasan mengapa harus peduli terhadap lingkungan.

Menurut dia, setiap masing-masing individu setiap hari terus memproduksi sampah.

Beberapa persen di antaranya bahkan sampah plastik yang diketahui sangat sulit atau lama, bisa diurai.

Sementara, kesadaran dan tata kelola permasalahan sampah, masih sangat minim.

Sampah plastik, menurut dia, ketika tidak dikelola dengan baik dan dibuang sembarangan maka akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan.

"Sampah yang dibuang di jalan, akan masuk ke selokan. Dari selokan kemudian masuk ke sungai-sungai. Terbawa arus, sampai kemudian ke laut," terang suami dari Puji Winarti itu.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved