Unggahan Foto Rambut Kepang Agnez Mo di Instagram Dikecam Netizen

Agnes mengubah rambutnya menjadi dikepang seperti orang Papua untuk proses pembuatan single terbaru. Namun rambutnya menuai kontroversi warganet.

Unggahan Foto Rambut Kepang Agnez Mo di Instagram Dikecam Netizen
Instagram @agnezmo
Unggahan Foto Rambut Kepang Agnez Mo di Instagram Menuai Protes Netizen 

Dikutip dari thejakartapost.com, warganet Twitter dan Instagram memberi komentar terkait unggahan Agnes.

Instagram @insosbosra berkomentar : “Bodysuit is not from Papua. What you are wearing is not only disrespectful but it’s a very sloppy job of representation. You are making it about you by being in the middle and being the only one wearing a provocative outfit. Please do a better job of presenting Melanesians and our culture.”

Instagram @insosbosra berkomentar di foto :

“Bodysuit bukan dari Papua. Apa yang kamu kenakan bukan hanya tidak sopan tetapi juga merupakan pekerjaan representasi ceroboh. Kamu membuatnya tentang dirimu dengan berada di tengah dan menjadi satu-satunya yang mengenakan pakaian provokatif. Tolong lakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menghadirkan Melanesia dan budaya kita. "

Pada 11 Agustus, pengguna Twitter@awkvert mengatakan, “Sweetie @agnezmo we’re proud of your success but we need to talk about your exploitation of black culture (no, you are NOT black just because you live in the same country as Papuans) and embarrassing us by wearing braids in front of Meghan thee Stallion herself.”

Pada 11 Agustus, warganet Twitter @awkvert mengatakan : "Sayang @agnesmo kami bangga dengan kesuksesanmu tetapi kita butuh bicara banyak tentang eksploitasi budaya orang berkulit hitam (Bukan hanya hitam tetapi kamu tinggal di negara yang sama dengan Papua) dan kamu mempermalukan dirimu memakai kepang didepan Stallion.

Di tweet lainnya, warganet mengatakan “…for her to show up wearing it in front of an African American woman, whose culture is still oppressed and devalued for aesthetic purposes by non-black people, it is appropriation." baginya untuk muncul mengenakannya di depan seorang wanita Afrika-Amerika, yang budayanya masih tertindas dan didevaluasi untuk tujuan estetika oleh orang-orang non-kulit hitam, itu adalah apropriasi."

Pada tweet yang lain ada pengguna yang menulis “…for her to show up wearing it in front of an African American woman, whose culture is still oppressed and devalued for aesthetic purposes by non-black people, it is appropriation.”

"Baginya untuk muncul mengenakannya di depan seorang wanita Afrika-Amerika, yang budayanya masih tertindas dan didevaluasi untuk tujuan estetika oleh orang-orang non-kulit hitam, itu adalah budaya apropriasi (perampasan budaya)."

Namun ada tweet lain dari @MuslimahAngry : “If the people who are of the culture are explaining that it isn’t appreciation but instead is appropriation then perhaps you should listen to them? She’s using Black culture to be popular, that isn’t appreciation” in a reply to a tweet saying “it’s about cultural appreciation not cultural appropriation, thanks”.

Halaman
123
Penulis: Dwi Latifatul Fajri
Editor: Rina Eviana
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved