Pengakuan Frank Lampard Setelah Chelsea Kalah Adu Penalti 4-5 dari Liverpool

Saya seorang pecundang payah, satu dari yang terburuk di dunia. Tapi saya senang dengan performa tim. Cara mereka bermain, semangat, dan usaha mereka

Pengakuan Frank Lampard Setelah Chelsea Kalah Adu Penalti 4-5 dari Liverpool
UEFA.COM
Pelatih Chelsea Frank Lampard memberikan tepuk tangan setelah The Blues kalah adu penalti 4-5 dari Liverpool di UEFA Super Cup Kamis dini.

TRIBUNJOGJA.COM, ISTANBUL - Pelatih Chelsea Frank Lampard mengatakan tetap bangga dengan penampilan The Blues pada UEFA Super Cup Kamis dini hari tadi, meskipun sangat menyakitkan harus kalah dari Liverpool lewat adu penalti.

Sebuah hasil imbang 2-2 di Istanbul terjadi dalam Super Cup pertama kali yang mempertemukan dua tim Inggris, yang mengharuskan laga diakhiri adu tos-tosan dengan hasil kemenangan The Reds 5-4 atas Cesar Azpilicueta cs.

Liverpool mengonversi lima tendangan mereka dengan gol, sedangkan sepakan Tammy Abraham gagal bersarang di gawang kipper debutan Adrian, yang berhasil menghentikannya lewat penyelamatan gemilang.

Namun Chelsea juga mampu menunjukkan penampilan mengesankan di bawah kepemimpinan pelatih baru Super Frank, yang sebelumnya harus menyaksikan anak asuhnya dihajar 4-0 saat bertandang ke Manchester United dalam Liga Primer Inggris.

"Malam mini adalah level yang berbeda, dan kami hanya tidak cukup beruntung untuk menang," kata Lampard kepada BT Sport.

"Perasaan saya sepenuhnya adalah kebanggaan. Saya seorang pecundang payah, satu dari yang terburuk di dunia. Tapi saya senang dengan performa tim. Cara mereka bermain, semangat, dan usaha mereka.

"Mereka (Liverpool) punya waktu istirahat dua hari. Kami main Minggu, mereka bermain Jumat mengalahkan (mengalahkan Norwich City). Jadi mereka punya waktu pemulihan, dan kadang sepak bola butuh sedikit momen keberuntungan. Saya sepenuhnya bangga.

"Mason Mount dan Tammy Abraham member dimensi berbeda saat masuk, dan tidak cukup beruntung untuk mencetak gol. Tammy harus tetap percaya diri untuk menjadi pemain top."

Abraham sebelumnya mendapat tendangan penalti dari wasit Stephanie Frappart asal Prancis, yang dieksekusi Jorginho hingga membuat kedudukan imbang 2-2 dan berakhir adu penalti. Namun tendangan penalti pemain 21 tahun itu digagalkan Adrian, dan mengukuhan Liverpool sebagai pemenang dalam pertandingan UEFA Super Cup pertama kali yang dipimpin wasit perempuan itu.

"Saya katakana ke Abraham untuk tidak khawatir (gagal cetak penalti). Saya pernah melakukannya sebelumnya, setiap pemain bias saja gagal. Yang saya ingin adalah kepercayaan diri pemain muda untuk berkembang.

"Kami telah punya tim berkualitas, tim yang bagus, dan kami bekerja keras. Saya terus mencoba melanjutkan cara bermain yang saya kehendaki. 

Penulis: wid
Editor: wid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved