Yogyakarta

Pemprov DIY Akan Lakukan Sosialisasi Soal Pembangunan Tol Yogyakarta

Sosialisasi secara informal ini dilakukan dengan berbagai media dan dimungkinkan masyarakat sudah banyak yang tahu mengenai rencana ini.

Pemprov DIY Akan Lakukan Sosialisasi Soal Pembangunan Tol Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM
Sekda DIY, Gatot Saptadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY telah mengumumkan enam exit dan entry tol yang akan menghubungkan tol sepanjang Lottemart, Maguwoharjo hingga Trihanggo, Sleman di ringroad barat.

Dalam waktu yang belum ditentukan, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi terkait dengan pembangunan tol ini.

Masyarakat pun dihimbau untuk tidak tergiur dengan para spekulan tanah.

Sekda DIY, Gatot Saptadi mengatakan, sosialisasi secara informal ini dilakukan dengan berbagai media dan dimungkinkan masyarakat sudah banyak yang tahu mengenai rencana ini.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

“Akan tetapi, sosialisasi secara resmi kami masih belum berani menyampaikan. Hal ini karena kami belum memegang dokumen mengenai rencana pembangunan jalan tol ini,” urainya saat dikonfirmasi Tribunjogja.com, Kamis (15/8/2019).

Gatot juga meminta warga untuk tidak mudah percaya pada spekulan tanah yang menawarkan untuk membeli tanah warga.

Hal ini karena pembangunan exit dan entry tol akan banyak memakan lahan.

Dia mengatakan, harga beli yang ditawarkan pemerintah jauh lebih tinggi dari NJOP, sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai hal itu.

“Jangan tergiur dengan iming-iming macam-macam oleh para spekulan tanah. Hal ini karena untuk pembebasan lahan dari pemerintah sudah ada appraisal. Yakin harga pemerintah jauh lebih tinggi dari NJOP. Warga jangan cepat melepas lahan,” paparnya.

6 Exit dan Entry Tol di Yogyakarta Sudah Diumumkan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo menjelaskan, enam exit dan entry tol ini dipilih berdasar pada kebutuhan daerah dan kriteria jarak antara pintu tol minimum.

Untuk pembebasan lahan, Hananto menyebutkan hal ini sudah dimuat dalam aturannya yakni UU No 2 Tahun 2014.

Pembebasan lahan ini dimungkinkan terjadi karena jalan tol ini dibuat melayang dan pada saat jalur turun hingga ke jalan di bawahnya memerlukan lahan.

“Nantinya, jalur exit dan entry ini akan menghubungkan dengan jalan yang sudah ada. Kalau semua dibicarakan akan menimbulkan kekhawatiran dan memicu para spekulan tanah,” paparnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved