Kota Yogyakarta

Komunitas Jukir Kota Yogyakarta Deklarasikan Tolak Pungli

Ketua Forum Komunikasi Pekerja Parkir Yogyakarta (FKPPY) Ignatius Hanarto mengungkapkan selama ini jukir sudah bekerja sesuai dengan ketentuan.

Komunitas Jukir Kota Yogyakarta Deklarasikan Tolak Pungli
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Komunitas juru parkir (Jukir) Kota Yogyakarta deklarasikan siap tolak pungutan liar (pungli) dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar yang berlangsung di Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pada Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas juru parkir (Jukir) Kota Yogyakarta deklarasikan  siap tolak pungutan liar (pungli) dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar yang berlangsung di Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta pada Kamis (15/8/2019).

Ketua Forum Komunikasi Pekerja Parkir Yogyakarta (FKPPY) Ignatius Hanarto mengungkapkan selama ini jukir sudah bekerja sesuai dengan ketentuan.

Seperti misalnya di Taman Khusus Parkir yang menerapkan tarif progresif yakni Rp 40 ribu pada satu jam pertama dan berlaku penambahan setengah harga pada jam berikutnya.

BREAKING NEWS : Penjaga Parkir yang Diduga Mencuri Diberhentikan, Kasus Diserahkan ke Polisi

"Padahal lama durasi parkir bisa lebih dari empat jam. Jadi tarifnya bisa lebih dari Rp 100 ribu. Tapi karena keterbatasan tempat dipukul rata Rp 100 ribu, itu menjadi temuan padahal sudah ada kesepakatan," katanya.

Karena belum adanya alat untuk menghitung durasi parkir, para jukir mengaku kesulitan jika menerapkan sesuai dengan aturan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengakui masih adanya kendala menghitung tarif progresif.

Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan oleh jukir untuk menentukan tarif parkir di atas ketentuan.

"Pengelolaan parkir di Kota Yogyakarta masih memanfaatkan aspek sosial, tapi jangan berdalih aspek sosial kemudian menabrak aturan yang berlaku," jelasnya.

OMK Bantu Atur Parkir Kendaraan Jemaah Salat Idul Adha di Alun-alun Wates

Ia pun meminta para jukir untuk mematuhi ketentuan yang ada.

Termasuk, untuk tidak mengubah karcis resmi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved