Kompetisi Sains Madrasah Tingkatkan Kecintaan Sains pada Para Peserta Didik

Dari 11 cabang mapel yang diperlombakan, setiap daerah mengirim 33 kontingen dengan jumlah keseluruhan sebanyak 165 peserta

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Muhammad Fatoni
Dok.Istimewa
Suasana KSM Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di MAN 3 Bantul, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY melaksanakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi, Kamis (15/8/2019) di MAN 3 Bantul .

Sebelumnya pada Juli lalu telah dilaksanakan kegiatan serupa untuk menjaring sejumlah peserta dari tingkat Kabupaten/Kota di DIY.

Noor Imanah, Kasie Kurikulum dan Evaluasi, PLH Kasie Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY menjelaskan, KSM akan menguji sejumlah mata pelajaran (mapel) yang diikuti oleh jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), dan Madrasah Aliyah (MA). Untuk MI ada dua mapel yang diujikan, sementara Mts ada tiga, dan jenjang MA sebanyak enam mapel.

"Jadi total ada 11 cabang yang dikompetisikan," kata Noor.

Perwakilan yang ikut dalam KSM tingkat provinsi merupakan siswa-siswi yang mendapat peringkat 1, 2, dan 3 di masing-masing Kabupaten/Kota.

Sehingga, dari 11 cabang mapel yang diperlombakan, setiap daerah mengirim 33 kontingen dengan jumlah keseluruhan sebanyak 165 peserta.

Adapun perlombaan akan dibagi menjadi dua sesi.

Pada sesi pertama akan diikuti oleh peserta MI, dan Mts pada pagi hari.

Sementara pada sesi kedua yang berlangsung siang akan diikuti oleh peserta jenjang MA.

Siswa-siswi yang mendapat peringkat pertama pada tiap-tiap cabang mapel akan diikutkan mewakili DIY untuk berlaga di tingkat nasional pada September mendatang di Manado.

"Ujiannya berbasis komputer semua, jadi soal langsung melalui daring dari pusat. Hasilnya juga bisa langsung keluar siang hari," ujarnya.

Noor menjelaskan, diharapkan melalui KSM dapat meningkatkan serta mendorong minat siswa di bidang sains dan mampu menumbuhkan keahlian di bidang masing-masing siswa.

Selain itu, pihaknya juga ingin menggalakkan semangat kompetisi secara sehat di kalangan siswa, sehingga akan terjaring bibit-bibit unggul di bidang sains. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved