Gunungkidul

Gubernur DIY Apresiasi Panen Padi dengan Budidaya Tanaman Sehat di Gunungkidul

Sri Sultan Hamengkubuwono X berikan apresiasi pada petani Ponjong karena telah dapat memanen padi dengan luasan lahan mencapai kurang lebih 50 hektar.

Gubernur DIY Apresiasi Panen Padi dengan Budidaya Tanaman Sehat di Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Gubernur DIY saat panen raya padi di Kecamatan Ponjong, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X berikan apresiasi pada petani Ponjong karena telah dapat memanen padi dengan luasan lahan mencapai kurang lebih 50 hektar.

Menurutnya jika panen bagus seperti kali ini dapat dipertahankan oleh petani, ke depan petani dapat lebih sejahtera.

"Perkiraan satu hektarnya dapat memanen sebanyak 8,1 ton. Kalau dihitung, dari petani perkilonya seharga Rp 5.200. Kira-kira perhektarnya jika ditotal Rp 41 juta, dikurangi biaya produksi kurang lebih Rp 15 juta. Ini angka yang tinggi sekali, dan petani sapat sejahtera," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com setelah melakukan panen raya padi di Ponjong, Kamis (15/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Ketua kelompok Tani Ponjong, Sugiono mengatakan, awalnya di lahan seluas 50 hektar memiliki kendala yaitu pada pH tanah yang berkisar di angka 3,4.

"Setelah kami mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian dan ketahanan pangan provinsi, pH dapat naik menjadi di angka 5," ucapnya.

Selain itu, untuk menjaga kualitas tanah, dan makhluk hidup di sekitar sawah pihaknya sudah mulai meninggalkan pestisida, karena pestisida dinilai memiliki efek samping yaitu residu yang dapat menurunkan kualitas tanah.

"Kami juga menyampaikan kepada pak Gubernur sebagian irigasi tidak bisa terpakai total ada 3.700 meter panjangnya. Kami meminta bantuan rehabilitasi irigasi kurang lebih 950 meter," katanya.

Lebih Dekat dengan Tuna Rungu Asal Gunungkidul yang Berbakat Membuat Wayang Sodo

Sementara itu Bupati Gunungkidul dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda), Drajat Ruswandono mengatakan, dalam keterbatasan pasokan air di hampir semua wilayah di Gunungkidul, ternyata petani Desa Ponjong masih dapat menuai hasil yang cukup bagus.

"Kita patut bersyukur bahwa di tengah musim kemarau tahun ini, Kelompok Petani di Desa Ponjong berhasil membudidayakan padi dengan teknik Budidaya Tanaman Sehat (BTS)," katanya.

"Hal ini membuktikan bahwa melalui teknik budidaya yang lebih baik, efektif dan terutama pendampingan yang intensif, akan lebih menjamin keberhasilan budidaya padi," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap memberi prioritas pada pengembangan pertanian, karena sektor pertanian masih menjadi “tulang punggung” sebagian besar warga Gunungkidul. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved