Kriminal

Akhir Kisah Cinta Terlarang Istri Penjual Es Campur, Divonis 20 Tahun, Selingkuhanya Seumur Hidup

Jamaliah adalah warga Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. Ia diseret ke pengadilan sebagai terdakwa kasus pembunuhan suaminya Jajuli

Akhir Kisah Cinta Terlarang Istri Penjual Es Campur, Divonis 20 Tahun, Selingkuhanya Seumur Hidup
Kolase DOK Polres Aceh Utara | Serambi Indonesia
Jamaliah alias Novi (30) menjalani sidang | Kiri Aparat Reskrim Polres Aceh Utara membawa Jam (34) dan selingkuhannya Adi (26), ke lokasi kejadian pembunuhan Jazuli bin Ismail untuk melakukan pra-rekontruksi, Rabu (23/1/2019) 

Jamaliah alias Novi (30) terdiam kaku saat majelis hakim meminta dirinya berkonsultasi dengan penasihat hukum, Taufik M Noer SH. Jamaliah harus menentukan sikap, apakah menerima vonis 20 tahun penjara atau banding. “Silahkan bangun saudara terdakwa,” kata T Latiful SH, Ketua Majelis Hakim PN Lhoksukon. Tapi Jamaliah bergeming.

Ia baru bangun setelah tiga kali hakim mengulangi permintaan. Air matanya berurai membasahi pipi. Dengan pelan ia mendekati pengacaranya untuk berkonsultasi.
Beberapa saat kemudian, sang pengacara, Taufik M Noer menyampaikan “pikir-pikir dulu” kepada majelis hakim dilansir Tribunjogja.com dari Serambi Indonesia.

.

.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Jamaliah,  Rabu (7/8/2019)
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Jamaliah, Rabu (7/8/2019) (Serambi Indonesia)

Jamaliah adalah warga Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. Ia diseret ke pengadilan sebagai terdakwa kasus pembunuhan suaminya Jajuli (34) yang berprofesi sebagai pedagang es campur.

Setelah melalui serangkaian sidang, Rabu (7/8/2019), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Jamaliah.

Amar putusan dibacakan oleh T Latiful SH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH.

Setelah sidang ditutup, Jamaliah kembali mendekati pengacaranya. Namun ditegur oleh petugas dari kejaksaan.

Jamaliah pun digiring kembali ke ruang tahanan yang berada di samping ruang sidang cakra.

“Dia menangis tadi, minta supaya menerima saja putusan tersebut, karena dia berpikir, jika tak menerima putusan tersebut akan menjalani sidang lagi,” ujar Taufik.

Halaman
1234
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved