Bisnis

50 Pengusaha dan Eksekutif Lulus dari Program Alibaba Netpreneur Training Indonesia

Rosan P. Roeslani, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), mendukung kolaborasi KADIN – Alibaba Group sebagai game-changer untuk mendorong

50 Pengusaha dan Eksekutif Lulus dari Program Alibaba Netpreneur Training Indonesia
Istimewa
Angkatan pertama Alibaba Netpreneur Training Indonesia yang diselenggarakan Alibaba Business School bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, HANGZHOU – Alibaba Business School dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengumumkan rampungnya program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ angkatan pertama yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli hingga 7 Agustus 2019 di Hangzhou, Tiongkok.

Program 10 hari ini, menggunakan kurikulum spesifik untuk menjawab kebutuhan dan tantangan industri lokal ini diikuti oleh 50 Netpreneur dari berbagai sektor dan latar belakang usaha: mulai dari manufaktur, F&B, layanan keuangan, transportasi dan logistik, hingga BUMN.

Dana Desa untuk Ciptakan Entrepreneur Baru

“Kami bertujuan untuk menginspirasi dan menumbuhkan pola pikir baru, kepercayaan diri serta visi dalam diri para pengusaha dan pemimpin usaha ini dalam menggunakan teknologi untuk memecahkan tantangan-tantangan yang mereka hadapi serta bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk masa depan ekonomi digital Indonesia,” kata Vice President Alibaba Group Brian A. Wong, Kamis (15/8/2019).

Rosan P. Roeslani, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), mendukung kolaborasi KADIN – Alibaba Group sebagai game-changer untuk mendorong transformasi digital di Indonesia.

"Teknologi dan transformasi digital kini memiliki perananan yang semakin penting dan kami ingin terus menciptakan agen-agen perubahan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Semangat berkolaborasi untuk memajukan transformasi digital dan pertumbuhan inklusif di antara para Netpreneur direalisasikan saat program berlangsung dengan ditandatanganinya tiga nota kesepahaman kemitraan strategis:

HIPMI dan Kadin DIY Minta Pemerintahan Baru Fokus pada Sektor UMKM

Pertama, kerjasama antara Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan KADIN Jawa Tengah untuk mendukung UKM Jawa Tengah dengan branding, lahan ritel offline dan ruang pemasaran online, juga pengembangan wisata desa.

Kedua, kerjasama Metranet (anak usaha Telkom) dan etanee (supply chain logistik dan marketpace produk pangan) untuk integrasi QRen sebagai pembayaran digital berbasis QR. Ketiga, kerjasama antara Prahu-Hub (perusahaan logistik online) dan FasPay (penyedia layanan payment gateway) untuk memudahkan metode pembayaran bagi klien Prahu-Hub.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved