HUT RI

5 Tradisi Unik Menjelang 17 Agustus di Beberapa Daerah

Di beberapa daerah biasanya menyelenggarakan lomba 17 Agustus unik dan menarik. Selain unik, lomba tersebut juga menjadi tradisi turun-temurun.

Tayang:
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Yoseph Hary W
Kompas Lifestyle
Kompas Lifestyle, Tradisi Perahu Jong di Kepulauan Riau 

5 Tradisi Unik Menjelang 17 Agustus di Beberapa Daerah

TRIBUNJOGJA.COM - Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi hari bersejarah untuk masyarakat Indonesia.

Tanggal 17 Agustus, Indonesia memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Merayakan HUT RI setiap tahunnya masyarakat menggelar lomba di tiap kampung.

Lomba paling terkenal diadakan di tiap daerah adalah lomba balap karung, makan kerupuk, panjat pinang dan lainnya.

Acara Agustusan bukan hanya diikuti oleh anak-anak, orang dewasa turut meramaikan perlombaan.

Di beberapa daerah biasanya menyelenggarakan lomba 17 Agustus unik dan menarik.

Selain unik, lomba tersebut juga menjadi tradisi turun-temurun di beberapa daerah.

Dikutip dari Kompas.com dan sumber lain, berikut ini lima lomba unik dan menarik yang ada di Indonesia untuk memeriahkan HUT RI 17 Agustus.

1. Pacuan Kuda Gayo Aceh Di Lapangan Pacuan Kuda Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing.

Menjelang kemerdekaan RI, masyarakat daerah Aceh Tengah menyelenggarakan lomba pacuan kuda.

Lomba ini merupakan tradisi masyarakat Tanah Gayu yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Lomba pacuan kuda ini sudah ada sebelum penjajahan Belanda. Setelah penjajah Belanda datang, acara ini ditujukan untuk menyambut ulang tahun Ratu Wilhelmina dan dipindahkan kepusat Takengon.

Menurut cerita leluhur, pacuan kuda pertama kali diadakan di danau Laut Tawar di kawasan Pante Menye, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.

Pacuan kuda ini berbeda dari pacuan kuda pada umumnya. Ketika lomba berlangsung kuda berlari tanpa perlengkapan joki kuda dan lintasan pacuan.

2. Tradisi Gebuk Bantal Jakarta Timur.

Tradisi gebuk bantal telah lama ada di daerah Kalimalang, Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Lomba ini dilakukan untuk memeriahkan 17 Agustus. Sejak tahun 1990-an warga Cipinang Bali menggelar tradisi lomba panjat pinang setiap kemerdekaan.

Namun, dua tahun kemudian warga sekitar menambah lomba gebuk bantal yang menarik minat warga di Kalimalang.
menjadi tradisi perlombaan yang sering dijumpai dalam perayaan 17 Agustusan.

3. Telok Abang, Tradisi menghias telur di Palembang

Telok Abang merupakan tradisi lomba menghias mainan dari telur, lalu diletakkan di tempat kapal kecil.

Menurut sejarah, telok abang dalam bahasa Palembang atinya dari dua suku kata.

Telor berarti telur dan abang berarti warna merah. Jika diterjemahkan artinya mainan telur dicat berwarna merah.

Cara melakukan permainan ini adalah merebus telur terlebih dahulu. Setelah diresbu, telur dicat dengan warna merah dan ditaruh di wadah.

Wadahanya beragam tapi awalnya telur ditaruh di kapal mainan kecil. Seiring waktu, model wadah telur beragam, bisa dari mainan berbentuk mobil sampai pesawat.

4. Lomba Perahu Jong di Kepulauan Riau

Lomba ini menggunakan miniatur perahu yang dilukis berwarna warni. Lomba perahu ini berbeda dari umumnya. Pada lomba perahu Jong memakai arah mata angin sebagai pengendali kapal.

Sementara lomba balap kapal biasanya memakai mesin untuk mengendalikan arah perahu. Bahan untuk membuat miniatur kapal juga sederhana.

Bahan kapal terbuat dari kayu pohon pulai atau pohon mentangoh. Komponen yang ada di dalam kapan terdiri dari badan kapal, sauk, ganda kate, layar dan jeep.

Sauk dipakai sebagai pemberat kapal, suapaya arah kapal dapat dikendalikan. Lalu Ganda Kate dipakai penyeimbang kapal. Ganda Kate untuk penghubung sauk dan badan kapal.

5. Lari Obor di Semarang Jawa Tengah

Acara ini merupakan tradisi di Kecamatan Gajah Mungkur, terurtama di Kelurahan Gajah mungkur dan Petompon.

Dalam sejarahnya, perlombaan ini digunakan untuk merebut dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dahulu, ketika masa penjajahan warga Semarang memanfaatkan obor sebagai alat komunikasi untuk menyampaiakn strategi perang.

Obor dipakai untuk menentukan posisi seseorang.

Lomba Lari Obor di Semarang
Tribunjateng.com, Lomba Lari Obor di Semarang

(*)

(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved