Yogyakarta

Wacana Flexible Working Arrangement, Gubernur DIY Tekankan Pembangunan Manusia

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara mengenai wacana flexible working arrangement yang akan diterapkan pada ASN.

Wacana Flexible Working Arrangement, Gubernur DIY Tekankan Pembangunan Manusia
twitter.com/kratonjogja
Gubernur DIY Sri Sultan HB X 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara mengenai wacana flexible working arrangement yang akan diterapkan pada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, hal ini masih perlu dikaji kebijakannya.

Sultan mengingatkan agar manusia tidak jadi robot.

“Kalau wacana (PNS bekerja di rumah), IT-nya jalan dari rumah pun bisa. Apakah harus begitu perlu kebijakan dari pemerintah,” ujar Sultan HB X saat ditemui Tribunjogja.com usai mengikuti acara pemberian Satya Lencana di Bangsal Kepatihan, Rabu (14/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Menurut Sultan, kemajuan teknologi membuat orang bisa bertemu atau berkomunikasi meski tidak secara fisik dengan ponsel dan laptop.

Hal inilah yang terkadang membuat orang atau pekerja tidak perlu keluar rumah.

“Dari rumah pencet knob sudah bisa ketemu orang. Ini simbolik saja dengan IT tinggal pencet knob gambar yang ada di dalam layar ponsel, “ ujarnya.

Hanya saja, Sultan juga mengingatkan mengenai pembangunan manusianya.

Jangan sampai, manusia dalam kehidupannya dikuasai oleh teknologi.

Gubernur DIY : Jalur ke Ringroad Barat dari Maguwoharjo dalam Tol Yogya - Borobudur Dibuat Melayang

“Persoalannya, rakyat Indonesia jadi manusiawi atau jadi robot. Pemerintah ambil kebijakan apa terkait itu. Dan, yang paling penting manusiannya tidak jadi robot,” jelasnya.

Perlu diketahui, wacana ini sudah dibahas beberapa waktu lalu, baik oleh BKN maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Wacana flexible working arrangement dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran pekerjaan yang terjadi di Pemerintah saat ini.

Contohnya Biro Humas dengan pekerjaan yang rata-rata dilakukan secara mobile.

Namun, untuk mewujudkan flexible working arrangement tersebut memerlukan persiapan sangat panjang.

Sebab, memiliki banyak prasyarat dan prakondisi yang perlu diperhatikan. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved