Lifestyle

Kesehatan Punggung Anak Bisa Terancam karena Tas Ransel Terlalu Berat

Sebaiknya, kita juga harus memilih tas yang memiliki banyak kompartemen untuk meningkatkan ergonomi ransel.

Kesehatan Punggung Anak Bisa Terancam karena Tas Ransel Terlalu Berat
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo
Ilustrasi: Pengunjung melihat tas ransel untuk mendaki gunung di salah satu stan Deep & Extreme Indonesia 2016 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Kamis (31/3/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tak hanya membawa buku pelajaran, anak sekolah juga terkadang perlu membawa baju ganti, botol air dan bekal makanan, karena jam sekolah yang panjang.

Hasilnya, semakin hari tas sekolah anak-anak lebih berat daripada tas orang dewasa.

Menurut ahli bedah ortopedi Arjun S. Sebastian, membawa ransel yang berat setiap hari berdampak signifikan pada kesehatan punggung dan leher anak.

“Umumnya ransel anak harus memiliki berat tidak lebih dari 10 persen dari berat badan anak,” ucap Sebastian.

Jadi, anak dengan bobot tubuh 40 kilogram seharusnya tidak boleh membawa tas yang beratnya lebih dari empat kilogram.

Untuk memastikannya, tak ada salahnya menimbang berat ransel yang dibawa oleh anak kita.

Untuk meringankan beban tas, tanyakan kepada guru anak apakah ada salinan buku tambahan untuk buku teks di sekolah sehingga anak tak perlu membawanya dari rumah.

"Anak yang berjalan membungkuk atau menarik tali tas saat berjalan bisa jadi pertanda beban di ranselnya terlalu berat," kata Sebastian.

Lalu, bagimana seharusnya anak-anak membawa ransel mereka?

Untuk mengurangi tekanan pada leher dan punggung, ransel harus dikenakan dengan benar.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved