Yogyakarta

BMKG DIY Sebut Kabut Radiasi Wajar Saat Kemarau

Kabut radiasi terbentuk pada malam hari saat terjadi pendinginan di permukaan bumi akibat proses pelepasan radiasi gelombang panjang ke atmosfer.

BMKG DIY Sebut Kabut Radiasi Wajar Saat Kemarau
via tribun lampung
logo BMKG 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabut cukup tebal menyelimuti sebagian wilayah Yogyakarta.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan kabut tersebut tidak berbahaya.

Kabut yang menyelimuti Yogyakarta dua hari ini disebut kabut radiasi.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Kabut radiasi terbentuk pada malam hari saat terjadi pendinginan di permukaan bumi akibat proses pelepasan radiasi gelombang panjang ke atmosfer.

Biasanya terjadi saat cuaca cerah.

Suhu udara permukaan yang sangat dingin menyebabkan uap air di atasnya mengalami pendinginan di bawah titik beku sehingga terbentuk kabut pada malam hingga pagi hari.

Kabut radiasi ini akan hilang seiring terjadinya pemanasan di permukaan bumi yang bersumber dari penyinaran matahari.

"Sudah terpantau dua hari terakhir. Ini wajar terjadi pada musim kemarau. Terpantau terjadi dua hari terakhir," katanya pada Tribunjogja.com, Rabu (14/8/2019).

Cuaca Cerah Berawan Hingga Berkabut Meliputi Seluruh Wilayah DIY

"Kabut ini tidak berbahaya bagi kesehatan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara karena jarak pandang yang pendek disebabkan oleh kabut tersebut," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved