Modal WA dan Mengaku Bos, DH Keruk Rp178 Juta

Tersangka menggunakan nomor telepon dan WhatsApp dengan nomor asing untuk mengirim pesan kepada korban dengan mengaku sebagai pimpinan di tempat toko

Modal WA dan Mengaku Bos, DH Keruk Rp178 Juta
Tribun Jogja/Suluh Prasetyo
Nikmati sajian Harian Tribun Jogja hari ini 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY menerapkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik ITE kepada pelaku penipuan online berinisial DH. Pasalnya hanya berbekal komunikasi melalui aplikasi layanan perrpesanan WhatsApp (WA), tersangka DH bisa mengeruk uang korbannya hingga Rp178 juta.

DH (41) warga Kalasan Sleman adalah mantan driver dari toko batik dan suvenir di Yogyakarta. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Kombes Pol Tony Surya Putra saat jumpa pers Senin (12/8) mengatakan, tersangka mengaku sebagai pemilik usaha batik tersebut ke karyawan lainnya.

Tersangka menggunakan nomor telepon dan WhatsApp dengan nomor asing untuk mengirim pesan kepada korban dengan mengaku sebagai pimpinan di tempat toko batik dan suvenir.

"Korban saya inisialkan JH karyawan dari toko tersebut dan tersangka mengaku sebagai bosnya," ujar Tony.

Pada bulan Maret kemarin, hanya melalui percakapan WA pelaku membuat percaya korbannya dengan melakukan bujuk rayu dan menawarkan kerjasama membuat usaha showroom jual beli kendaraan. Korban ditawari keuntungan 30%.

Selengkapnya, simak di edisi cetak Tribun Jogja hari ini. (*)

Penulis: nto
Editor: wid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved