KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi e-KTP. Siapa Saja Mereka?

KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka baru dari pengembangan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

KPK Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi e-KTP. Siapa Saja Mereka?
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka baru dari pengembangan kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Keempatnya adalah anggota DPR Fraksi Hanura periode 2014-2019, Miryam S Hariyani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI, Isnu Edhi Wijaya; Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik, Husni Fahmi; dan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Thanos.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8).

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup atas keterlibatan pihak lain untuk kemudian KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan empat orang sebagai tersangka," kata Saut.

Keempatnya disangkakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Saut mengatakan, penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari fakta-fakta yang muncul di persidangan para terdakwa kasus korupsi e-KTP sebelumnya.

Dengan penetapan empat tersangka baru ini, total ada 14 orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi proyek e-KTP oleh KPK. "Sampai saat ini, total KPK telah memproses 14 orang dalam perkara dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik ini dan perkara terkait, yaitu obstruction of justice dan kesaksian palsu," jelas Saut.

Delapan orang sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan langsung dengan korupsi e-KTP. Mereka adalah mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman; mantan pejabat Kemendagri Sugiharto; mantan Ketua DPR, Setya Novanto; dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selanjutnya, mantan Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo; keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo; dan pengusaha Made Oka Masagung.

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved